Filipina akan Deportasi Biarawati Pengkritik Duterte

Willy Haryono    •    Rabu, 25 Apr 2018 14:09 WIB
filipina
Filipina akan Deportasi Biarawati Pengkritik Duterte
Patricia Fox dikawal petugas keimigrasian di Manila, Filipina, 17 April 2018. (Foto: AFP/TED ALJIBE)

Manila: Pemerintah Filipina memerintahkan deportasi biarawati lanjut usia asal Australia yang disebut-sebut telah membuat Presiden Rodrigo Duterte marah, Rabu 25 April 2018. Duterte menuduhnya terlibat aktivitas politik ilegal.

Biarawati Patricia Fox, 71, sempat ditahan sementara pekan lalu. Ia akan menjadi orang asing kedua pengkritik Duterte yang diusir dari Filipina. 

Badan Keimigrasian Filipina telah membatalkan visa Fox, yang direlokasikan ke Filipina pada 1990 sebagai anggota misionaris Sisters of Our Lady of Sion.

"Kami mengarahkan Fox untuk meninggalkan Filipina dalam 30 hari per surat perintah ini dikeluarkan," ujar keimigrasian Filipina, seperti dikutip AFP.

Fox dianggap telah terlibat aktivitas yang tidak sesuai dengan syarat dan ketentuan dalam visanya. 

Saat ditanya mengenai perintah deportasi, Fox mengaku selama ini hanya mengajarkan pertanian organik kepada petani dan orang pinggiran Filipina agar pendapatan mereka bertambah. 

Ia juga mengaku mengajari "mereka mengenai hak kepemilikan tanah, kehidupan layak, perdamaian, keadilan dan keamanan."

"Saya masih berharap mendapat kesempatan untuk menjelaskan misi saya, agar mungkin pemerintah bisa mempertimbangkan kembali keputusannya," lanjut dia. 

Mengenai penangkapannya pekan lalu, Fox mengaku pernah bergabung dengan misi pencari fakta untuk menginvestigasi dugaan pelanggaran hak asasi manusia terhadap petani oleh tentara Filipina yang memerangi pemberontak komunis. Fox dibebaskan setelah sempat ditahan semalaman.

Beberapa jam usai dibebaskan, Duterte mengumumkan dirinya secara pribadi telah memerintahkan agar Fox ditahan sebagai peringatan kepada semua orang asing di Filipina.

"Anda menghina saya dengan berlindung di balik profesi biarawat. Anda adalah warga asing! Anda itu siapa? Ini adalah pelanggaran kedaulatan," tegas Duterte, merujuk kepada Fox. 

Sebelumnya pada bulan ini, Manila telah mendeportasi Giacomo Filibeck asal Italia. Ia adalah wakil sekretaris jenderal Partai Sosialis Eropa, yang pernah mengecam perang melawan kejahatan narkotika ala Duterte.


(WIL)