Mendulang Dukungan Dubes Asing di Festival Banjar 2018

Fajar Nugraha    •    Selasa, 26 Jun 2018 13:31 WIB
seni dan budayakemenlu
Mendulang Dukungan Dubes Asing di Festival Banjar 2018
Wamenlu AM Fachir di Kemenlu RI, Jakarta, Selasa 26 Juni 2018. (Foto: Fajar Nugraha)

Jakarta: Indonesia adalah negara dengan berbagai macam seni dan budaya. Salah satu budaya yang patut mendapat perhatian berasal dari Kalimantan Selatan.

Hal tersebut yang menjadi pendorong dilaksanakannya Festival Banjar 2018. Festival yang diadakan di Jakarta pada 29 Juni hingga 1 Juli ini bertujuan mempromosikan ragam budaya Banjar dan Dayak Meratus kepada masyarakat luas.

Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia juga terlibat dalam festival ini, yang diadakan sekaligus memperingati HUT ke-491 DKI Jakarta. 

“Maksud dan tujuan kegiatan ini, kita ingin menampilkan postur, keunggulan, kearifan masyarakat Banjar. Tujuannya untuk mensinergikan dengan potensi nasional. Tapi kita tidak berhenti pada tingkat nasional,” ujar Wakil Menlu A.M Fachir, di Kemenlu RI, Jakarta, Selasa 26 Juni 2018.

“Indonesia kan sedang asyik-asyiknya berjalan sebagai negara besar dan disegani. Kita harus punya postur dan pamor yang bisa menarik perhatian,” imbuhnya. 

Wamenlu Fachir menjelaskan, Kemenlu selalu bekerja sama dengan pemerintah daerah. Promosi dilakukan para diplomat kepada perwakilan asing yang ada di Indonesia, terutama para duta besar.

Beberapa diplomatic tour yang membawa dubes ke lokasi wisata Indonesia telah dilakukan untuk promosi ini. Termasuk juga Update from Region, dimana budaya daerah dibawa ke Jakarta tidak hanya untuk para dubes, tetapi masyarakat luas.

“Kita akan undang para dubes itu. Kita harapkan ada tindak lanjut, diharapkan bisa menjadi event tahunan. Saya membayangkan stakeholder yang terlibat itu akan melakukan tindak lanjut,” tutur mantan Dubes RI untuk Arab Saudi itu.

Inilah yang dilakukan untuk Festival Banjar 2018. Festival ini dilaksanakan di Teater Tama Ismail Marzuki, Cikini, dan juga saat Car Free Day pada Minggu 1 Juli. Acaranya beragam, mulai dari upacara adat, tari, musik, teater bahkan pasar terapung di Car Free Day.

Tidak ketinggalan pula budaya kuliner yang menjadi ciri khas kabupaten/kota di Banjar, Kalimantan Selatan. Dipaparkan pula profil 13 kabupaten/kota serta potensi unggulan dan peluang investasi.



(WIL)