Menlu RI: Perdamaian Bukan Hadiah

Marcheilla Ariesta    •    Kamis, 30 Nov 2017 17:38 WIB
kemenluindonesia-pbb
Menlu RI: Perdamaian Bukan Hadiah
Menlu Retno Marsudi memaparkan bahwa perdamaian harus dengan kerja keras (Foto: Marcheilla Ariesta).

Jakarta: Menteri Luar Negeri Retno Marsudi menyebutkan bahwa perdamaian bukanlah hadiah yang bisa diberikan kepada dunia. Untuk mencapai perdamaian dibutuhkan kerja keras dari seluruh negara di dunia.
 
Menlu Retno menyebutkan bahwa hingga saat ini, dunia masih penuh dengan konflik dan bahkan perang. Karenanya, Indonesia harus menjadi bagian dari solusi perdamaian.
 
"Palestina, Perairan Sulu, Marawi, Rakhine, bahkan Afghanistan menjadi perhatian Indonesia mengenai perdamaian. Dan kita sudah memperlihatkan cara kerja kita di sana," ujar Menlu Retno dalam acara 'UN Woman: Agent of Change, Builder of Peace with Minister of Foreign Affairs', di Hotel Fairmont, Jakarta, Kamis, 30 November 2017.
 
Menurutnya, dialog merupakan salah satu alat untuk mendapatkan kesepakatan perdamaian tersebut. Hal ini yang dipakainya dalam membantu menyelesaikan solusi permasalahan dunia.
 
Karena perannya membawa Indonesia menjadi solusi perdamaian dunia ini, maka Menlu Retno diberi penghargaan sebagai Agen Perubahan untuk Perdamaian dari PBB pada September lalu di New York, Amerika Serikat (AS).
 
 
Menlu Retno menjelaskan bahwa perempuan bisa menjadi agen perdamaian dunia. Karenanya, dengan menggunakan sisi kewanitaannya, Menlu Retno menuturkan akan menjadi jembatan untuk perdamaian.
 
"Karena perempuan itu cenderung untuk menjembatani, cenderung mencari solusi, karenanya saya mencoba untuk menggunakan hadiah dari Tuhan ini untuk tujuan perdamaian dunia," tutupnya.
 
Dalam acara tersebut, hadir pula Direktur UN Woman untuk Asia Pasifik, Miwa Kato, Founder Wahid Foundation Yenny Wahid dan jajaran perwakilan kedutaan besar negara sahabat di Indonesia.



(FJR)