Suu Kyi akan Minta Dukungan Tiongkok soal Rohingya

Marcheilla Ariesta    •    Senin, 27 Nov 2017 17:33 WIB
konflik myanmarrohingyapengungsi rohingya
Suu Kyi akan Minta Dukungan Tiongkok soal Rohingya
Pemimpin de facto Aung San Suu Kyi meninggalkan konferensi pers acara ASEM di Naypyidaw, 21 November 2017. (Foto: AFP/AUNG HTET)

Yangon: Pemimpin de facto Myanmar Aung San Suu Kyi akan mengunjungi Tiongkok dalam waktu dekat. Media pemerintah Myanmar mengatakan Suu Kyi akan mendekat ke negara tetangganya di utara tersebut, di tengah kritik global mengenai kondisi pengungsi asal Rakhine State yang sebagian besarnya adalah etnis Muslim Rohingya.

Myanmar dituduh pihak barat telah bertindak brutal terhadap etnis Rohingya, yang memicu eksodus ratusan ribu orang ke Bangladesh. Myanmar berdalih operasi militer di Rakhine diperlukan untuk membasmi kelompok militan Arakan Rohingya Salvation Army (ARSA). 

Ketegangan terbaru di Rakhine dipicu serangan ARSA terhadap sejumlah pos polisi di perbatasan Myanmar pada 25 Agustus. Myanmar merespons dengan operasi militer yang berimbas buruk pada warga sipil.

Dilansir Channel News Asia, Senin 27 November 2017, Tiongkok mendukung sikap Myanmar yang menyebut operasi di Rakhine murni untuk membasmi pemberontak. 

Berita rencana kunjungan Suu Kyi muncul usai Presiden Tiongkok Xi Jinping dan para pemimpin militer Beijing menyambut baik panglima militer Myanmar Min Aung Hlaing pekan lalu. Kedua negara menjanjikan kerja sama militer yang lebih erat.

"Suu Kyi akan segera berangkat untuk menghadiri sebuah forum dengan pemimpin negara Komunis Tiongkok," dikutip surat kabar Global Light New Myanmar.

Juru bicara Suu Kyi, Zaw Htay, tidak dapat dihubungi untuk dikonfirmasi lebih lanjut. Kantor Berita Tiongkok, Xinhua, melaporkan pertemuan tersebut akan dimulai pada Kamis mendatang dan berlangsung hingga 3 Desember.

Paus Fransiskus tiba di Myanmar dan bertemu Suu Kyi. Ia mengkritik tuduhan sejumlah pihak bahwa Myanmar telah melakukan pembersihan etnis Rohingya di Rakhine. 

Fransiskus menegaskan Suu Kyi adalah satu-satunya harapan bagi Myanmar untuk menegakkan demokrasi dan menyelesaikan masalah Rohingya.

 


(WIL)