Sebulan Bekerja 159 Jam, Wartawan asal Jepang Meninggal

Sonya Michaella    •    Kamis, 05 Oct 2017 15:46 WIB
jepang
Sebulan Bekerja 159 Jam, Wartawan asal Jepang Meninggal
Miwa Sado. (Foto: Digi24)

Metrotvnews.com, Tokyo: Jepang kembali mengalami tuntutan untuk mengubah sistem kerja pegawai. Hal ini kembali mencuat kendati hari ini tepat empat tahun seorang wartawan media Jepang meninggal karena kelelahan dalam bekerja.

Miwa Sado, bekerja sebagai wartawan di stasiun televisi NHK, meninggal dunia pada Juli 2013 silam karena gagal jantung. Penyebabnya adalah ia bekerja selama 159 jam dan hanya memiliki waktu libur dua hari dalam sebulan.

"Walaupun empat tahun berlalu, kami belum bisa menerima kematian putri kami akibat kerja paksa," kata orangtua Sado, dikutip dari Guardian, Kamis 5 Oktober 2017.

Sado merupakan lulusan Universitas Hitotsubashi Tokyo dan pada 2005 ia memulai karirnya di NHK. Setelah bekerja selama lima tahun di NHK Kagoshima, ia kembali ke Tokyo dan menjadi wartawan spesialis politik.

Di Tokyo, dia menjadi anggota klub wartawan Pemda Tokyo dan ia banyak meliput kegiatan anggota parlemen Tokyo dan juga pemilu di Tokyo. Ia meninggal dunia tiga hari setelah pemilihan majelis tinggi.

Masahiko Yamauchi, seorang pejabat senior di NHK, mengakui bahwa kematian Sado mencermikan "sistem ketenagakerjaan dan organisasi".

Seluruh pejabat NHK pun mengirimkan rasa hormat sebesar-besarnya bagi keluarga Sado, mengingat hari ini adalah hari peringatan kematiannya.

Penelitian yang dilakukan kementerian tenaga kerja Jepang dia terkena Karoshi (meninggal karena kerja paksa), meninggal karena terlalu banyak bekerja dan terlalu lelah.

Di sejumlah kasus, beberapa karyawan yang meninggal karena Karoshi akan mendapat ganti rugi dari tempatnya bekerja sebesar 100 juta Yen. Sampai saat ini, belum diketahui apakah meninggalnya Sado akibat kelalaian NHK.


(AHL)