Korsel-Korut Mulai Pembicaraan Resmi Pertama dalam 2 Tahun

Fajar Nugraha    •    Selasa, 09 Jan 2018 09:57 WIB
korsel-korut
Korsel-Korut Mulai Pembicaraan Resmi Pertama dalam 2 Tahun
Korea Selatan dan Korea Utara melakukan pembicaraan pertama setelah dua tahun terakhir (Foto: AFP).

Panmunjom: Korea Selatan (Korsel) dan Korea Utara (Korut) memulai pembicaraan pertama antara keduanya untuk pertama kali dalam dua tahun terakhir.
 
Pembahasan difokuskan pada pelaksanaan Olimpiade Musim Dingin. Sebelumnya kedua negara terlibat ketegangan, khususnya setelah Korut terus mengambangkan program senjata nuklir dan rudalnya.
 
Pembicaraan itu berlangsung di Panmunjom, sebuah desa yang berada di Zona Demiliterisasi (DMZ) yang membagi semenanjung tersebut. Adapun komunikasi dari kedua negara tetangga ini muncul setelah pemimpun Korut Kim Jong-Un berpidato dan menyebutkan bahwa negaranya kemungkinan akan mengirimkan delegasi pada Olimpiade Musim Dingin di Pyeongchang, Korsel Februari mendatang.
 
Korsel pun langsung merespons dengan menawarkan dialog antara pejabat tinggi kedua negara. Minggu lalu, saluran hotline antara mereka pun kembali diaktifkan setelah tak berfungsi selama dua tahun.
 
Delegasi berjumlah lima orang dari Korsel berangkat ke Panmumjom dalam sebuah konvoi. Mereka melintasi sekelompok warga yang di wilayah DMZ yang berharap akan ada perdamaian.
 
Menteri Unifikasi Cho Myung-Gyun yang memimpin delegasi mengatakan, kedua negara akan fokus pada partisipasi Korut di Pyeongchang. Tetapi agenda ini juga akan membahas pula hubungan yang sudah membeku.
 
"Kami akan berbuat sekuat tenaga menjandikan Olimpiade Pyeongchang dan paralimpics akan dijadikan sebagai festival perdamaian. Pertemuan ini akan menjadi langkah awal untuk meningkatkan hubungan Selatan dan Utara," jelas Menteri Cho, seperti dikutip AFP, Selasa 9 Januari 2018.
 
Sementara Kementerian Unifikasi Korsel menyebutkan bahwa delegasi Korut melintasi Garis Batas Militer di Panmumjom dengan berjalan kaki. Pertemuan sendiri diadakan di Rumah Perdamaian, yang berada di wilayah Korsel.
 
Kepala Delegasi Korut Ri Son-Gwon kemudian bersalaman dengan Menteri Cho di pintu masuk gedung dan memulai pembicaraan.
 
Sesuai dengan standar operasi di Korut, Ri menggunakan lencana yang memperlihatkan foto pendiri Korut Kim Il-Sung dan Kim Jong-Il. Sementara Cho mengenakan lencana yang menunjukkan bendera Korea Selatan.



(FJR)

Myanmar Sepakat Terima 1.500 Rohingya Setiap Pekan

Myanmar Sepakat Terima 1.500 Rohingya Setiap Pekan

4 hours Ago

Myanmar menyanggupi akan menyediakan tempat penampungan sementara bagi Rohingya yang kembali.

BERITA LAINNYA