17 Pertemuan akan Dilakukan Jokowi di KTT ASEAN

Fajar Nugraha    •    Kamis, 08 Nov 2018 18:58 WIB
ktt aseanpresiden jokowi
17 Pertemuan akan Dilakukan Jokowi di KTT ASEAN
Presiden Joko Widodo (Foto:MI/Ramdani)

Jakarta: Presiden Joko Widodo akan menjalani rangkaian pertemuan Konferensi Tingkat Tinggi Association of South East Asian Nation (KTT-ASEAN) pada 13-15 November 2018. Kegiatan yang dilakukan pun cukup padat.

Selama perlehatan KTT ASEAN, Presiden Joko Widodo akan menghadiri keseluruhan agenda forum itu. Tema besar keketuaan Singapura sebagai Ketua ASEAN adalah ‘Resilience and Innovative ASEAN’. 

“Tentunya yang menjadi pembahasan dan perhatian adalah tema tersebut. Pertemuan tiga hari ini akan ada sekitar 17 pertemuan yang akan dihadiri Presiden Jokowi. Ini termasuk pertemuan ASEAN sendiri dan ASEAN dengan mitra wicaranya,” ujar Juru Bicara Kementerian Luar Negeri RI, Arrmanatha Nasir, di Jakarta, Kamis 8 November 2018.

Sementara Direktur Kerja Sama Eksternal ASEAN Kementerian Luar Negeri Benny YP Siahaan mengatakan, akan dihadiri oleh seluruh kepala negara ASEAN dan negara mitra wicara, seperti Amerika Serikat (AS), Jepang, Tiongkok, India dan masih banyak negara lain.

“Presiden Joko Widodo akan menyampaikan ASEAN sebagai sebuah keluarga. Terutama dalam menghadapi krisis yang terjadi di kawasan. Terutama mengenai situasi di Rakhine dan konsep Indo Pasifik,” menurut Benny.

Ada tujuh outcome document yang dihasilkan dalam pertemuan ASEAN ini, namun secara keseluruhan termasuk dengan pertemuan ASEAN bersama mitra wicara dan KTT Asia Timur akan ada 62 outcome document yang dihasilkan.

Adapun bilateral yang dilakukan Presiden selama KTT ASEAN termasuk dengan Chile, Australia, Jepang. Sementara bersama Rusia hanya akan dilakukan pull aside meeting.

Presiden kemudan akan lanjut ke Papua Nugini untuk hadiri KTT Apec, 17-18 November bertema kan inclusive opportunities. Pertemuan bilateral juga akan dilakukan di sela-sela pertemun APEC.

Pertemuan bilateral yang dimaksud antara lain bersama Papua Nugini dan Kepulauan Solomon. Kemudian akan adapula pertemuan informal bersama para pemimpin negara Pasifik untuk membahas pembangunan berkelanjutan.

“Sebagai negara besar di kawasan, Indonesia ingin menjadi pintu gerbang pasar mereka ke dunia,” jelas Arrmanatha.

Beberapa pertemuan lainnya akan dijalani Presiden selama APEC diantaranya mengenai pertumbuhan inklusif dan ekonomi digital yang saat ini menjadi perhatian luas Pemerintah Indonesia.


(WAH)