Dideportasi dari Malaysia WNI Diberi Pelatihan Kerja

Fajar Nugraha    •    Selasa, 21 Nov 2017 19:35 WIB
perlindungan wni
Dideportasi dari Malaysia WNI Diberi Pelatihan Kerja
Menlu Retno Marsudi dan Menkumham Yasona Laoly sambangi tempat pelatihan bagi WNI yang dideportasi dari Malaysia (Foto: Dok.Kemenlu RI).

Entikong: Banyak warga negara Indonesia (WNI) masuk ke Malaysia tanpa ada dokumen. Pada akhirnya mereka pun dideportasi.

Pemerintah Indonesia pun memberikan pelatihan kepada WNI yang dideportasi ini di Entikong, Kalimantan Barat yang berbatasan langsung dengan Serawak. 

Menteri Luar Negeri Retno Marsudi dan Menteri Hukum dan HAM Yasona Laoly memantau pelatihan kerja bagi WNI ini pada Selasa 21 November 2017. 

"Kepada peserta agar dengan keahlian barunya berkarya di daerah asal dan tidak menjadi TKI tanpa dokumen lagi," ujar Menlu Retno, kepada para WNI, dalam keterangan Kemenlu RI yang diterima Metrotvnews.com, Rabu 21 November 2017.


Foto: Dok.Kemenlu RI

Kedua Menteri di Kabinet Kerja ini juga memantau persiapan Layanan Terpadu Satu Atap (LTSA) bagi WNI/TKI yang akan bekerja ke Malaysia dan Brunei Darussalaam

"Diharapkan, layanan TKI yang mudah dan cepat akan kurangi jumlah TKI tidak berdokumen," tutur Menlu Retno.

Baik Menteri Yasona dan Menlu Retno bahwa negara harus hadir di perbatasan sebagai pintu terakhir pastikan WNI bermigrasi dengan aman.

Diperkirakan sekitar 700-800 WNI masuk ke Malaysia dan Brunei Darussalaam melalui jalur Entikong-Tebedu setiap harinya. Disisi lain rata-rata sekitar 2.000 WNI tidak berdokumen dideportasi dari Serawak melalui jalur tersebut setiap tahunnya.


Foto: Dok.Kemenlu RI

Menurut Imigrasi Malaysia, saat ini terdapat sekitar 155 ribu WNI bekerja secara resmi di wilayah Serawak. Jumlah tersebut merupakan 95 persen dari seluruh tenaga kerja asing yang ada di Serawak. Sementara itu, jumlah TKI tidak berdokumen diperkirakan sekurangnya 20 ribu.

Berdasarkan data Kementerian Luar Negeri, selain arus TKI tidak berdokumen, perbatasan Kalimantan Barat-Serawak belakangan juga banyak dijadikan rute perdagangan manusia dari Indonesia ke Timur Tengah.



(FJR)