Paus Fransiskus Ucapkan 'Rohingya' dalam Dialog di Bangladesh

Willy Haryono    •    Sabtu, 02 Dec 2017 07:49 WIB
paus fransiskusrohingyapengungsi rohingya
Paus Fransiskus Ucapkan 'Rohingya' dalam Dialog di Bangladesh
Paus Fransiskus. (Foto: AFP)

Dhaka: Paus Fransiskus mengucapkan kata 'Rohingya' saat menemui sekelompok pengungsi dalam sebuah dialog antar agama di Dhaka, Bangladesh. Ini merupakan kali pertamanya Fransiskus menggunakan kata tersebut dalam tur Asia. 

"Kehadiran Tuhan hari ini disebut juga dengan Rohingya," ucap Fransiskus, seperti dikutip BBC, Jumat 1 Desember 2017. 

Sebelumnya, Fransiskus tidak menggunakan istilah 'Rohingya' dalam kunjungannya ke Myanmar. Pemerintahan pimpinan Aung San Suu Kyi tidak menganggap Rohingya sebagai etnis grup di negara mereka.

Sekitar 620 ribu Rohingya telah melarikan diri dari Myanmar sejak kekerasan terbaru meletus di Rakhine pada 25 Agustus.

Fransiskus dikritik sejumlah grup hak asasi manusia karena tidak menggunakan kata 'Rohingya' saat di Myanmar, negara yang militernya dituduh PBB telah melakukan pembersihan etnis. Dia telah menggunakan kata tersebut sebelum ke Asia.

Pemerintah Myanmar menolak menggunakan kata 'Rohingya' dan melabeli mereka sebagai Bengali. Myanmar menyebut mereka adalah imigran gelap dari Bangladesh. 

Ucapan Fransiskus di Bangladesh adalah spontan dan tidak ada dalam naskah pidatonya. 

"Atas nama semua yang telah mempersekusi Anda semua, saya memohon kata maaf," tutur Fransiskus kepada para pengungsi. "Saya meminta kebesaran hati Anda semua untuk memaafkan kami," lanjut dia. 

Sejumlah grup HAM mendesak Fransiskus untuk menggunakan kata 'Rohingya' demi mendukung etnis minoritas tersebut.

Namun, perwakilan Katolik di Myanmar menyarankan Fransiskus untuk tidak menggunakannya. 

Jumlah pemeluk Katalok di Bangladesh sangat kecil, yakni sekitar 350 ribu atau 0,2 persen dari total populasi.


(WIL)