Habitat: Warga Miskin Bisa Miliki Rumah, Asal Punya Tanah

Marcheilla Ariesta    •    Sabtu, 12 May 2018 17:00 WIB
indonesia-as
Habitat: Warga Miskin Bisa Miliki Rumah, Asal Punya Tanah
Habitat for Humanity siap membangunkan rumah bagi warga kurang mampu namun memiliki tanah dengan sertifikat lengkap. (Foto: Marcheilla Ariesta)

Sentul: Warga kurang mampu bisa memiliki rumah, asalkan mempunyai tanah bersertifikat lengkap. Hal ini disampaikan Habitat for Humanity, lembaga non-pemerintah yang pertama berdiri di Amerika Serikat ini berfokus pada pembangunan rumah layak huni untuk warga kurang mampu. 

Direktur Nasional Habitat for Humanity Indonesia, David Andre Ardhani, mengatakan ada beberapa syarat yang harus dipenuhi bagi warga miskin yang ingin memiliki rumah.

"Biasanya warga dengan penghasilan di bawah USD2 atau sekitar Rp30 ribu mereka bisa makan, memiliki pakaian, namun tidak memiliki papan atau rumah. Tapi sebagian dari mereka punya tanah. Nah, kita bisa bantu untuk membangun rumah, asal tanahnya tidak bermasalah," ungkap dia saat ditemui di Sentul dalam acara Ambassador Dig, Sabtu 12 Mei 2018.

Dia menyebutkan kriteria lainnya adalah pembangunan di satu area. Oleh karena itu, bekerja sama dengan pemerintah daerah, Habitat membangun dengan cara mencari tahu kebenaran surat-surat pemilik tanah.

"Jika sudah sesuai dengan standar keamanan kita, ya kita eksekusi," imbuh dia.


Direktur Habitat Indonesia David Andre Ardhani. (Foto: Marcheilla Ariesta)

Untuk pembangunan di Desa Cijayanti, Kecamatan Babakan Madang, Sentul, terdapat sebelas rumah yang akan dibangun. Rumah yang dibangun ini berdiri di atas tanah seluas 20 meter persegi atau tipe 28.

Rumah terdiri dari dua kamar tidur, satu ruang serba guna yang bisa sekaligus untuk dapur dan satu kamar mandi. 

Hari ini, duta besar dari sedikitnya 11 negara sahabat membantu pembangunan rumah-rumah tersebut. Mereka membangun fondasi dan dinding rumah.

Baca: Dubes 11 Negara Bantu Pembangunan Rumah Layak Huni di Sentul

Ada sebelas keluarga beruntung yang rumahnya bisa dibangun kembali agar lebih layak ditempati. Salah satu sosok yang ikut membangun adalah Duta Besar Amerika AS untuk Indonesia, Joseph R. Donovan.

Dalam pidato pembukaannya, Dubes Donovan berpesan agar semangat gotong royong ditingkatkan dalam membangun untuk kehidupan yang lebih baik.

"Kita harus bergotong royong, bekerja sama dalam menciptakan hunian yang nyaman bagi warga yang membutuhkan ini. Semangat Anda merupakan kebahagiaan bagi mereka," ucapnya.

Pembangunan sebelas rumah di Desa Cijayanti ini akan diselesaikan dalam kurun waktu 21 hingga 30 hari. Habitat akan terus membantu pembangunan di desa tersebut hingga tercapai angka 100 persen untuk sanitasi dan air bersih serta 0 persen permukiman kumuh.

Anggaran per satu rumah di Desa Cijayanti dipatok Rp40 juta. Dana didapat dari sumbangan masyarakat dan sejumlah perusahaan.


(WIL)