Najib Muncul di Pengadilan atas Tuduhan Korupsi

Arpan Rahman    •    Rabu, 04 Jul 2018 09:41 WIB
politik malaysia1mdb
Najib Muncul di Pengadilan atas Tuduhan Korupsi
Mantan PM Malaysia Najib Razak tiba di gedung pengadilan di Kuala Lumpur, 4 Juli 2018. (Foto: AFP/MOHD RASFAN)

Kuala Lumpur: Mantan Perdana Menteri Malaysia Najib Razak tiba di pengadilan, Rabu 4 Juli 2018, untuk menghadapi dakwaan dugaan penggelapan jutaan dolar uang publik dalam kasus 1MDB.
 
Ini merupakan kelanjutan dari jatuhnya Najib dari kursi pemimpin nasional sejak dirinya dikalahkan Mahathir Mohamad dalam pemilihan umum.

Sekelompok wartawan menyambut Najib, 64, yang menjadi mantan PM pertama di Malaysia yang diseret ke pengadilan atas kasus hukum.

Najib yang terlihat lelah dikawal sekitar 20 polisi ke ruang sidang. Persidangan digelar kurang dari sehari setelah dia ditangkap di rumah mewahnya.

Penangkapan ini merupakan bagian dari serangkaian gera cepat tim penyelidik, yang menduga kasus 1MDB ini berkutat di seputar Najib, keluarga, dan sejumlah sekutu politik dan bisnisnya.

"Najib adalah (mantan) perdana menteri pertama yang dituntut di pengadilan dalam sejarah Malaysia," kata Tian Chua, wakil presiden Parti Keadilan Rakyat, partai politik penting dalam koalisi yang berkuasa saat ini.

"Ini menandakan era baru di mana tidak seorang pun dalam jabatan publik kebal dari tindakan hukuman jika mereka menyalahgunakan kekuasaan," tambahnya, seperti dilansir dari AFP, Rabu 4 Juli 2018.

Baca: Pendukung Najib Razak Akan Berdemo di Kantor KPK Malaysia

Menurut investigasi Wall Street Journal, USD10,6 juta yang berasal dari SRC ditransfer ke rekening bank pribadi Najib. Angka itu adalah sebagian kecil dari ratusan juta dolar asal perusahaan 1MDB yang diduga sudah disalurkan kepadanya.

Menurut laporan Bernama, Jaksa Agung yang baru diangkat, Tommy Thomas, akan memimpin tim penuntut hukum.

Beberapa jam sebelum ditahan pada Selasa kemarin, Najib sempat mencurahkan perasaannya di media sosial. 

"Semua orang sama di hadapan hukum. Tidak hanya di dunia, tetapi juga di akhirat. Tidak ada yang akan terhindar, termasuk para pemimpin sekarang," ucap Najib dalam video berdurasi kurang lebih dua menit.

Ia ditangkap Komisi Anti-Korupsi Malaysia di kediamannya di Langgak Duta, Kuala Lumpur, pada Selasa sekitar pukul 14.35 sore waktu setempat.

Dikabarkan, Najib akan dijerat dengan pasal berlapis Pasal 409 KUHP tentang pelanggaran pidana Kepercayaan, Pencucian Uang, Pendanaan Tidak Sah, dan Menerima Hasil dari Aktivitas Tidak Sah.

 


(WIL)


Wanita Terduga Agen Rusia Ditangkap di AS

Wanita Terduga Agen Rusia Ditangkap di AS

37 minutes Ago

Amerika Serikat kembali diguncang skandal mata-mata. Kejaksaan wilayah Washington DC menahan seorang…

BERITA LAINNYA