Tuntut Honor APEC, Polisi PNG Serbu Parlemen

Arpan Rahman    •    Rabu, 21 Nov 2018 17:21 WIB
ktt apec
Tuntut Honor APEC, Polisi PNG Serbu Parlemen
Polisi dan tentara menyerbu gedung parlemen di Port Moresby, Papua Nugini, 20 November 2018. (Foto: AFP)

Port Moresby: Sekelompok polisi dan prajurit Papua Nugini menyerbu gedung parlemen serta menghancurkan jendela serta furnitur yang ada di sana dalam menuntut pembayaran bonus Konferensi Tingkat Tinggi APEC. Protes dilakukan beberapa hari usai PNG menjadi tuan rumah KTT APEC ke-26.

PNG menggelar karpet merah dalam menyambut banyak pemimpin dunia selama dua hari. Tuan rumah bahkan menyediakan 40 mobil Maserati untuk transportasi para pemimpin.

"Sejumlah polisi dan tentara berada di luar gedung parlemen. Mereka meminta bonus APEC," ucap juru bicara Kepolisian PNG Dominic Kakas kepada kantor berita AFP, Selasa 20 November 2018. Ia mengatakan sejumlah aparat "menghadapi aksi protes tersebut."

Kakas mengatakan tidak ada satu orang pun yang terluka dalam aksi protes. Ia mengaku tidak tahu pasti ada berapa banyak polisi dan prajurit yang ikut serta dalam aksi protes di Port Moresby.

Seorang saksi mata di luar parlemen mengatakan kepada AFP bahwa "ratusan polisi dan prajurit" berdiri di tangga depan bangunan. Mereka menuntut pembayaran bonus KTT APEC senilai 350 kina atau setara Rp1,5 juta.

"Situasi di luar gedung parlemen sangat menegangkan. Ada puluhan mobil polisi dan militer," kata saksi tersebut. Sebuah hotel di dekat area protes ditutup, dan sejumlah ruas jalan juga diblokade.

Serangkaian foto yang diunggah seorang pejabat PNG, Bryan Kramer, memperlihatkan pot bunga, bingkai foto dan furnitur rusak di dekat pintu masuk gedung parlemen.

Sementara sejumlah warga PNG, negara paling miskin dalam keanggotaan APEC, marah atas sikap pemerintah yang dinilai menghabiskan banyak uang untuk konferensi internasional. KTT APEC digelar saat PNG sedang menghadapi wabah polio, munculnya kembali penyakit malaria serta masalah pembayaran gaji guru.


(WIL)