Pria Kamboja Dipenjara Tiga Tahun Usai Hina Raja

Arpan Rahman    •    Kamis, 10 Jan 2019 18:50 WIB
kamboja
Pria Kamboja Dipenjara Tiga Tahun Usai Hina Raja
Ilustrasi oleh Medcom.id.

Phnom Penh: Pengadilan Kamboja memenjarakan seorang pria, pada Rabu 9 Januari. Ia dibui selama tiga tahun karena menghina raja di berbagai postingan Facebook.

Ini hukuman kedua yang diketahui berdasarkan undang-undang lese majeste baru yang diberlakukan tahun lalu. UU tersebut, yang telah dikhawatirkan oleh sejumlah kelompok hak asasi manusia, dapat digunakan untuk meredam perbedaan pendapat.

"Pengadilan mengumumkan putusan terhadap Ieng Cholsa, yaitu menghukumnya 3 tahun penjara dan memerintahkan dia membayar lima juta riel (USD1.250 atau setara Rp17,5 juta)," kata juru bicara Pengadilan Kota Phnom Penh, Y Rin, seperti dinukil dari laman Mirror, Rabu 9 Januari 2019.

“Postingan Facebook, yang ditemukan pengadilan telah menghina Raja Norodom Sihamoni, diunggah pada Juni tahun lalu,” imbuh Y Rin.

Facebook tidak segera menanggapi permintaan komentar. Sementara terdakwa tidak dapat dihubungi untuk dimintai komentar dan pengadilan tidak mengatakan apakah ia memiliki pengacara.

Undang-undang lese majeste di Kamboja dengan suara bulat diadopsi oleh parlemen pada Februari tahun lalu. Kelompok-kelompok hak asasi manusia menyatakan keprihatinan pada waktu itu bahwa undang-undang tersebut, yang mirip dengan undang-undang di negara tetangga Thailand, dapat digunakan untuk membungkam kritik pemerintah.

Mahkamah Agung membubarkan partai oposisi CNRP pada 2017 atas permintaan pemerintah setelah dinyatakan bersalah merencanakan mengambil alih kekuasaan dengan bantuan Amerika Serikat -- sebuah tuduhan yang dibantah partai itu dan Washington.

Partai Rakyat Kamboja (CPP) yang berkuasa milik Perdana Menteri Hun Sen memenangkan pemilihan umum pada Juli tahun lalu yang menurut para kritikus cacat karena kurangnya oposisi yang kredibel, di antara beragam faktor lainnya.


(FJR)