Indonesia Tawarkan Produk Militer ke Qatar

Sonya Michaella    •    Jumat, 14 Oct 2016 17:15 WIB
indonesia-qatar
Indonesia Tawarkan Produk Militer ke Qatar
Menteri Pertahanan Ryamizard Ryacudu undang Menhan Qatar (Foto: KBRI Doha)

Metrotvnews.com, Jakarta: Menteri Pertahanan RI, Ryamizard Ryacudu akan mengundang Menteri Pertahanan Qatar Khalid Bin Mohammed Al Attiyah dalam rangka meningkatkan hubungan keamanan kedua negara.
 
Selain itu, diundangnya Menhan Qatar ini juga dalam acara Indo Defense 2016 yang dilaksanakan pada 2 hingga 5 November mendatang.
 
"Tak hanya itu, kunjungan Menhan Qatar ini sekaligus melihat perkembangan peralatan industri pertahanan," demikian pernyataan tertulis KBRI Doha yang diterima Metrotvnews.com, Jumat (14/10/2016).
 
Sementara, Duta Besar RI untuk Qatar, Muhammad Basri Sidehabi juga mengunjungi Jakarta dalam rangka membawa Delegasi Pengusaha Qatar untuk menghadiri Trade Expo Indonesia 2016.
 
"Selain membawa delegasi pengusaha juga akan mempromosikan produk Industri peralatan militer Indonesia yang cukup dikenal di Timur Tengah," ujar mantan Anggota DPR ini.
 
Saat ini Qatar mengimpor produk pakaian militer untuk angkatan bersenjata Qatar dari PT Sritex. Dubes Basri mengatakan bahwa Qatar tertarik untuk mempelajari perkembangan produk militer yang dihasilkan oleh PT. Pindad, PT. Dirgantara Indonesia dan PT PAL yang telah diekpor ke berbagai negara khususnya negara-negara di kawasan ASEAN.  
 
Ditambahkan produk-produk militer Indonesia cukup dikenal di Qatar khususnya light tank dan senjata militer.
 
Menurut Menhan Ryamizard, Indo Defense 2016 merupakan pameran Industri pertahanan terbesar yang mempromosi produk pertahanan militer darat, laut dan aerospace. Sekitar 800 perusahaan dari 20 negara akan memamerkan teknologi militer dengan melibatkan sekitar 20 ribu pengunjung.
 
Meski wilayahnya relatif kecil namun merupakan pangsa produk militer yang besar di Timur Tengah. Selain mengimpor berbagai produk alusista dari negara Barat, Qatar juga mengimpor berbagai produk militer dari negara berkembang lainnya seperti Pakistan, Turki dan negara lainnya.
 
Peluang produk militer Indonesia dianggap cukup berpeluang untuk menyaingi produk-produk negara tersebut.
 
Menurut Kuasa Usaha Ad-interm KBRI Doha, Boy Dharmawan, dalam beberapa tahun terakhir, kawasan regional termasuk negara-negara Teluk mengimpor peralatan militer besar-besaran sekitar USD150 miliar. Hal ini membuka peluang bagi produk Indonesia.
 
Ditambahkan, hubungan RI-Qatar terus mengalami peningkatan. Hal ini tercermin antara lain rencana kunjungan Delegasi Kepolisian Qatar ke Indonesia pada bulan November 2016 guna peningkatan kerjasama hubungan keamanan kedua negara. 
 
Kepolisian Qatar akan mempelajari penanggulangan kenakalan remaja, upaya pencegahan dari tindak kriminal pada remaja dan perdagangan manusia dari Kepolisian Indonesia. Kerjasama juga akan mencakup peningkatan kompetensi capacity building dalam menghadapi tantangan keamanan di Qatar.



(FJR)