Jelang Protes, Polisi Malaysia Periksa Kantor Bersih 2.0

Fajar Nugraha    •    Jumat, 18 Nov 2016 19:35 WIB
protes bersih
Jelang Protes, Polisi Malaysia Periksa Kantor Bersih 2.0
Kantor Bersih 2.0 digerebek polisi Malaysia (Foto: Bersih)

Metrotvnews.com, Kuala Lumpur: Kantor kelompok pro-demokrasi Bersih 2.0, diperiksa oleh Kepolisian Malaysia. Kelompok ini akan melakukan unjuk rasa Bersih 5 pada Sabtu 19 November.
 
Polisi dan otoritas multimedia merangsek masuk ke kantor kelompok itu pada sore hari, Jumat 18 November. Komputer dan dokumen milik kelompok itu disita oleh pihak berwenang.
 
"Anggota polisi masuk ke dalam kantor kami di Petaling Jaya. Mereka menyita seluruh milik kami," ujar anggota sekretariat Bersih, Mandeep Singh, seperti dikutip Malay Mail Online, Jumat (18/11/2016).
 
Sementara pengacara yang mewakili kelompok pro-demokrasi Malaysia ini, R. Sivarasa menyebutkan bahwa polisi dari markas federal Bukit Aman yang melakukan penyitaan. Menurutnya, polisi melakukan tindakan sesuai pasal 124c, atas tuduhan mencoba melakukan aktivitas yang membahayakan demokrasi parlementer.

(Baca: PM Najib Anggap Protes Bersih Dijadikan Alat oleh Oposisi Malaysia).
 
Sebelumnya pada September, polisi melakukan pemeriksaan terhadap pemimpin Bersih 2.0 Marin Chin Abdullah. Aktivis perempuan itu dituduh menggunakan unjuk rasa ini sebagai percobaan melengserkan pemerintahan dan perdana menteri melalui cara yang tidak demokratis.
 
Untuk penggerebekan ini sendiri menurut Sivarasa, jelas merupakan percobaan untuk menghentikan unjuk rasa yang dijadwalkan pada 19 November. Tetapi menurutnya hal itu tidak akan menghalau aksi protes.
 
"Protes akan tetap berlangsung, walaupun jika mereka menangkap Maria malam ini dan menahannya," tegas Sivarasa.
 
"Penangkapan (Maria) akan membuat kita (Malaysia) tampak buruk di mata dunia. Jadi siapa pun yang di Bukit Aman yang memerintahkan polisi melakukan pemeriksaan, akan menyadari bahwa mereka akan membuat citra Najib lebih buruk," pungkasnya.
 
Aksi unjuk rasa Bersih 5 diperkirakan akan dihadiri oleh puluhan ribu warga Malaysia di Kuala Lumpur. Mereka menuntut reformasi atas proses pemilu dan mengakhiri korupsi sistemik serta mendesak PM Najib Razak untuk mundur.
 
Seperti namanya, ini adalah aksi kelima yang dilakukan oleh kelompok Bersih.  (Baca: PM Najib: Pergantian Perdana Menteri Ditentukan oleh Pemilu).
 
Aksi tandingan menanti Bersih 5
 
Protes 19 November ini tidak hanya akan dilakukan oleh Bersih, kelompok pro-pemerintah yang akan memakai kaus merah juga akan melakukan aksi tandingan. Wakil Perdana Menteri Ahmad Zahid Hamidi pun mendesak kedua pihak untuk tidak melakukan protes.
 
Menurut Ahmad Zahid, kedua kelompok harus menghentikan unjuk rasa mereka. "Polisi tidak akan memberikan kompromi, atau mereka akan ditindak sesuai hukum," tutur Ahmad Zahid.
 
Unjuk rasa tandingan oleh kelompok "Kaus Merah" dipimpin oleh Kepala Partai Umno wilayah Sungai Besar, Datuk Seri Jamal Yunos. 
 
Jamal secara terbuka akan melakukan tindakan kekerasan terhadap massa Bersih. Dia juga bersumpah akan melakukan apapun demi menghentikan protes Bersih 5.
 
Dewan Kota Kuala Lumpur sudah mengeluarkan kedua kelompok untuk melakukan protes di Dataran Merdeka.

(FJR)