Thailand Desak Operator Komunikasi Blokir Konten Tak Pantas soal Kerajaan

Sonya Michaella    •    Senin, 17 Oct 2016 14:20 WIB
raja thailand
Thailand Desak Operator Komunikasi Blokir Konten Tak Pantas soal Kerajaan
Raja Thailand, Bhumibol Adulyadej wafat pada usia 88 tahun (Foto: AFP)

Metrotvnews.com, Bangkok: Otoritas Penyiaran Thailand, Komisi Telekomunikasi dan Penyiaran Nasional (NBTC) meminta operator telekomunikasi seluler di Thailand untuk memblokir materi yang dinilai tidak pantas mengenai kerajaan.

Operator juga diminta untuk menginformasikan media sosial seperti Facebook, Twitter, Youtube, dan aplikasi pesan singkat lainnya untuk turut memblokir konten yang dinilai menyudutkan kerajaan.

Juru Bicara Menteri Teknologi Komunikasi dan Informasi Thailand, Chatchai Khunpitiluck mengungkapkan bahwa terdapat beberapa konten telah melukai perasaan masyarakat yang sedang berduka atas kepergian Raja Bhumibol Adulyadej.

"Banyak masyarakat Thailand yang sedang berkabung menjadi sensitif. Ketika mereka melihat konten ilegal yang menyinggung mereka, mereka akan menjadi lebih tertekan," ujar Chatchai, seperti dikutip Reuters, Senin (17/10/2016).

Sekretaris Jenderal NBCT, Takorn Tantasith memperingatkan jika konten 'tidak pantas' tersebut masih beredar luas di internet dan para operator.

Sementara, platform internet gagal memblokirnya, maka kegagalan itu akan dianggap sebagai bentuk tindakan kriminal.

Namun, Chatchai menyatakan pemerintah masih menolak mempublikasikan sudah berapa banyak keluhan yang telah mereka terima terkait konten-konten-konten tidak pantas tersebut.

"Kami harus membantu mereka meringankan rasa tak berdaya dengan meminta mereka (masyarakat) melaporkan konten-konten tersebut," tambah Chatchai.

Raja Bhumibol meninggal pada usia 88 tahun, Kamis 13 Oktober lalu, setelah 70 tahun berkuasa. Putra satu-satunya Bhumibol, yakni Putra Mahkota Maha Vajiralongkorn, menjadi penerus takhta menggantikan mendiang sang ayah sebagai Raja Thailand.

 


(WIL)