Kelompok Bersenjata Serbu Kantor Berita Nasional Afghanistan

Willy Haryono    •    Rabu, 17 May 2017 18:29 WIB
konflik afghanistan
Kelompok Bersenjata Serbu Kantor Berita Nasional Afghanistan
Aparat keamanan berpatroli di jalanan Afghanistan. (Foto: Getty)

Metrotvnews.com, Jalalabad: Sekelompok militan menyerbu kantor televisi dan stasiun radio nasional Afghanistan di kota Jalalabad, Rabu 17 Mei 2017. 

Baku tembak pun terjadi antar kelompok bersenjata dengan petugas keamanan, sementara beberapa jurnalis terperangkap di gedung tempat kejadian. 

Sedikitnya dua orang tewas dan 14 lainnya terluka dalam penyerbuan militan, yang menggarisbawahi semakin berbahayanya Afghanistan bagi profesi jurnalis. 

"Empat pelaku memasuki RTA (Radio Television Afghanistan) pagi ini. Dua meledakkan diri dan dua lainnya masih terus menembakkan senjata api," kata juru bicara pemerintah Attaulah Khogyani kepada AFP

Kohgyani mengonfirmasi adanya dua warga sipil yang tewas dan 14 lainnya mengalami luka-luka. Banyak dari korban yang dilarikan ke rumah sakit mengalami luka tembak. 

Belum ada grup yang mengklaim bertanggung jawab atas serangan di Nangarhar. Namun provinsi tersebut dikenal sebagai area yang banyak dihuni militan dari grup ekstremis Islamic State (ISIS). 

Berbahaya bagi Jurnalis

Bulan lalu, Amerika Serikat (AS) menjatuhkan bom terbesarnya di area tersebut untuk menghancurkan jaringan goa yang biasa digunakan ISIS. 

Seorang fotografer RTA melarikan diri saat tembakan senjata api terdengar, namun beberapa koleganya masih terjebak di dalam. Seorang reporter AFP di dekat lokasi mengaku mendengar dua suara ledakan. 

Afghanistan mengalami tahun paling mematikan bagi jurnalis pada 2016, menurut data dari Komite Keselamatan Jurnalis Afghanistan (AJSC). Menurut AJSC, Afghanistan adalah negara kedua paling berbahaya bagi pewarta setelah Suriah. 

Tahun lalu, sedikitnya 13 jurnalis tewas dalam serangan di Afghanistan, yang disebut AJSC dilakukan oleh kelompok militan Taliban.


(WIL)