Armada AS Menjauh dari Korut

Arpan Rahman    •    Rabu, 19 Apr 2017 14:46 WIB
korea utara
Armada AS Menjauh dari Korut
Armada AS termasuk USS Carl Vinson di Samudera Hindia (Foto: Reuters).

Metrotvnews.com, Pyongyang: Sebuah kapal induk Amerika Serikat (AS) yang dikawal beberapa kapal perang lainnya tidak berlayar menuju Korea Utara (Korut), melainkan pergi ke arah yang berlawanan.
 
Angkatan Laut AS mengatakan pada 8 April bahwa pasukan tempur Carl Vinson menuju ke Semenanjung Korea, sebagai langkah pencegahan. Pekan lalu, Presiden Trump mengatakan sebuah "armada" sedang dikirim. Namun armada itu bergerak lebih jauh selama akhir pekan, menyusuri Selat Sunda lalu ke Samudera Hindia.
 
"Sekarang lebih dulu harus menyelesaikan pelatihan dengan Australia. Armada tempur sedang melanjutkan pelayaran ke Pasifik Barat seperti yang diperintahkan," sebut Komando Pasifik militer AS, seperti disitir BBC, Rabu 19 April 2017.
 
Menurut wartawan BBC Korea Stephen Evans, tidak jelas apakah kegagalan armada itu merapat adalah penipuan yang disengaja, mungkin dirancang untuk menakut-nakuti rezim Kim Jong-un di Korut, perubahan rencana atau miskomunikasi sederhana. 
 
Korut dan AS telah terperangkap dalam ketegangan sampai beberapa pekan terakhir dan pergerakan armada tempur tersebut telah mengangkat pertanyaan tentang serangan penanggulangan oleh AS.
 
Korut menggelar unjuk kekuatan militer sebagai bagian dari parade selama akhir pekan dan menguji coba rudal lain pada Minggu 16 April, yang meledak setelah peluncuran, kata Pentagon.
 
Pada Selasa, AS menuduh Korut berupaya "memprovokasi sesuatu", disambut Menteri Pertahanan AS James Mattis menyebut tes itu sebagai langkah nekat. Dia mengatakan, AS "bekerja sama" dengan Tiongkok untuk mengatasi Korut.
 
Pyongyang menuturkan, mungkin akan menguji rudal setiap pekan, dan memperingatkan "perang habis-habisan" jika AS mengambil tindakan militer.
 
"Jika AS merencanakan serangan militer terhadap kami, kami akan bereaksi dengan serangan penanggulangan nuklir dengan gaya dan metode kami sendiri," kata Wakil Menteri Luar Negeri Korut Han Song-ryol kepada BBC, Senin 17 April.



(FJR)