Menlu Retno Bahas Bantuan Pengungsi Rakhine dengan Menlu Bangladesh

Elverina Hidayat    •    Selasa, 05 Sep 2017 19:29 WIB
konflik myanmarrohingyapengungsi rohingya
Menlu Retno Bahas Bantuan Pengungsi Rakhine dengan Menlu Bangladesh
Menlu Retno Marsudi usai melakukan pertemuan dengan Menlu Bangladesh Abul Hasan Mahmood Ali di Dhaka (Foto: Kemenlu RI).

Metrotvnews.com, Dhaka: Menteri Luar Negeri Retno L.P Marsudi melakukan pertemuan dengan Menlu Bangladesh Abul Hasan Mahmood Ali. Isu krisis di Rakhine State dan pengungsinya menjadi bahasan utama dalam pertemuan tersebut. 
 
Tidak hanya dengan Menlu Abul Hasan Mahmood Ali, Menlu Retno juga melakukan pertemuan dengan wakil dari Organisasi Imigran Internasional/International Organization for Migration (IOM) dan Lembaga PBB yang mengurus pengungsi, United Nations High Commissioner for Refugees (UNHCR).
 
 
Pertemuan berlangsung selama satu jam lebih di kantor Kementerian Luar Negeri Bangladesh, di Dhaka, pada Selasa 5 September sore waktu setempat.
 
Diharapkan, melalui pertemuan ini bisa membawa hasil yang baik, salah satunya untuk membuka akses bantuan kemanusiaan bahwa warga di Rakhine State. Terutama pula rencana pengiriman bantuan Indonesia untuk pengungsi Rakhine yang berada di Bangladesh.
 
Kegiatan bantuan dihentikan di bagian utara negara bagian Rakhine sejak pekan lalu. Sementara di wilayah lain, pihak berwenang menolak bantuan dan akses kemanusiaan kepada masyarakat etnis Rohingya di sana.
 
Menurut para pekerja kemanusiaan, bantuan sebenarnya ditutup sejak awal Agustus. Namun situasinya semakin memburuk sejak serangan 25 Agustus.
 
Puluhan ribu warga Rakhine terpaksa melarikan diri dari rumah mereka sejak kekerasan terbaru meletus. Menurut data Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), jumlah pengungsi Rohingya melarikan diri ke Bangladesh sudah melebihi 90 ribu. Sementara etnis minoritas lain yang dievakuasi pemerintah Myanmar mencapai 11 ribu jiwa.
 
Kebanyakan para pengungsi berada di pegunungan di negara bagian Rakhine utara, wilayah di mana PBB dan LSM internasional tidak dapat menilai kebutuhan mereka atau memberikan perlindungan serta makanan.


Pertemuan Menlu Retno Marsudi dengan perwakilan IOM dan UNHCR (Foto: Elverina Hidayat/Metro TV)
 
Pertemuan dengan Aung San Suu Kyi
 
Sebelum beranjak ke Myanmar, Menlu Retno melakukan pertemuan dengan Penasihat Khusus Myanmar Aung San Suu Kyi, Pemimpin Tertinggi Angkatan Bersenjata Myanmar dan tiga menteri yang terkait dengan Rakhine.
 
Menlu Retno menyampaikan usulan dengan formula 4+1 dari Indonesia. Empat usulan tersebut adalah, perdamaian dan keamanan, pertahanan diri maksimum dan tanpa kekerasan, perlindungan tanpa memandang etnis dan agama, serta pentingnya membuka akses penyaluran bantuan kemanusiaan.
 
 
Retno menambahkan selain empat usulan tersebut, satu lainnya adalah implementasi laporan Kofi Annan, Ketua Komisi Penasihat Negara Bagian Rakhine yang ditunjuk Pemerintah Myanmar sendiri. Menurut Retno, Suu Kyi menanggapi positif usulan dengan formula 4+1 yang disampaikan Indonesia.
 

 


(FJR)