Memadainya Fasilitas Sosial untuk Disabilitas di AS

Sonya Michaella    •    Rabu, 16 Nov 2016 18:55 WIB
disabilitas
Memadainya Fasilitas Sosial untuk Disabilitas di AS
18 penyandang disabilitas Indonesia paparkan kemudahan didapat di AS (Foto: Sonya Michaella/MTVN).

Metrotvnews.com, Jakarta: Penyandang disabilitas kerap mengalami kesulitan dalam kehidupan sehari-harinya, terutama di Indonesia. Tak hanya itu, mereka pun sulit untuk menempuh pendidikan, mencari pendidikan dan berinteraksi dalam kehidupan sosialnya.
 
Sebanyak 18 penyandang disabilitas ini pun mendapat kesempatan untuk berkunjung ke Amerika Serikat (AS) selama dua minggu untuk bertemu dan berinteraksi dari para penyandang disabilitas dari AS.
 
Program ini diselenggarakan oleh organisasi nirlaba Dr. Mason Global Inc dengan didukung oleh Kedutaan Besar AS untuk Indonesia.
 
Penyandang disabilitas dan juga penyandang tuna rungu berkesempatan berkunjung ke markas PBB, Gedung Putih, kantor-kantor pemerintahan dan komunitas-komunitas sejenis.
 
Tujuannya sendiri adalah untuk mempertemukan para penyandang disabilitas dan tuna rungu dari dua negara untuk berbagi pengalaman profesional dan pribadi.
 
Terkait dengan fasilitas sosial untuk penyandang disabilitas dan tuna rungu, mereka pun merasa ada perbedaan di AS dan ketika di Indonesia.
 
"Di AS, ada jalannya sendiri untuk orang seperti kami. Kalau mau naik kereta, ada jalannya sendiri, untuk ke gerbong kereta juga," kata salah seorang penyandang disabilitas, Qurrata Ayuna.
 
Sama seperti kereta, ketika penyandang disabilitas ingin naik cab atau taksi, di AS disediakan pula cab atau taksi khusus penyandang disabilitas. Berbeda dengan di Indonesia, tak jarang sejumlah taksi menolak penumpang disabilitas karena tak bisa memasukkan kursi roda, misalnya.
 
Senada dengan Qurrata, Adhi Kusuma yang bekerja di Laboratorium Bahasa Isyarat di bawah naungan Universitas Indonesia, pun merasakan keadaan yang berbeda di AS dan Indonesia.
 
"Informasi yang kami cari sangat mudah ditemukan di AS. Di Indonesia, terus terang masih sangat terbatas dan kurang," ujarnya.
 
Misalnya saja, ungkapnya, dari stasiun televisi. Sejumlah stasiun televisi di AS menyediakan teks untuk siaran langsung dan tunda.
 
"Ini memudahkan kita untuk membaca. Karena kami kan tidak bisa mendengar apa yang disiarkan," tuturnya.
 
Adhi dan para penyandang tuna rungu lainnya berharap agar pemerintah Indonesia pun menyediakan fasilitas yang memadai untuk penyandang tuna rungu dan juga penyandang disabilitas di Indonesia.



(FJR)

Hasil Referendum Italia dan Hubungannya dengan Uni Eropa

Hasil Referendum Italia dan Hubungannya dengan Uni Eropa

1 day Ago

Perdana Menteri Italia Metteo Renzi mundur dari jabatannya setelah gagal menang dalam referendum…

BERITA LAINNYA