'Rasputin' Korsel Tolak Hadiri Sidang Terkait Skandal Park

Arpan Rahman    •    Senin, 26 Dec 2016 11:57 WIB
korea selatanpolitik korsel
'Rasputin' Korsel Tolak Hadiri Sidang Terkait Skandal Park
Choi Soon-sil tiba di ruang persidangan di Seoul, Korsel, 19 Desember 2016 (Foto: AFP/KOREA POOL)

Metrotvnews.com, Seoul: Choi Soon-Sil, wanita di pusaran krisis pemakzulan Presiden Korea Selatan Park Geun-Hye, menolak meninggalkan sel penjara, Senin 26 Desember. Ia menolak bertemu anggota parlemen yang mengadakan sidang khusus di pusat penahanan.

Teman lama presiden itu telah berulang kali mangkir dari panggilan komite parlemen terkait skandal korupsi yang memicu pemakzulan Park sejak awal Desember.

Disidang karena pemerasan dan penyalahgunaan kekuasaan, Choi sudah mengabaikan beberapa panggilan sidang komite di Majelis Nasional. Hal ini memaksa para anggota parlemen untuk datang ke tempatnya.

Sebuah sidang dengar pendapat disiarkan melalui televisi di pusat penahanan Choi di pinggiran kota Seoul. Tapi anggota parlemen tidak dapat berbuat banyak karena Choi menolak keluar dari sel.

Dua mantan ajudan presiden yang ditahan di sebuah fasilitas terpisah juga menolak diinterogasi.

"Sungguh disesalkan karena saksi mengabaikan otoritas rakyat dan parlemen dengan mengabaikan kewajiban mereka untuk hadir," kata ketua panitia Kim Sung-Tae seperti dilansir AFP, Senin(26/12/2016).


Pendemo menggunakan topeng Choi dan Park. (Foto: AFP)

Choi Soon-sil

Tidak ada aturan hukum mengikat yang dapat memaksa para saksi menghadiri sidang parlemen. Kendati begitu, mereka dapat dijerat pasal penghinaan dan terancam ancaman hukuman maksimal lima tahun penjara.

"Choi Soon-Sil merupakan inti dari penyelidikan parlemen," kata Jung You-Sub, anggota parlemen dari partai yang dikuasai Park, Partai Saenuri.

"Alasannya untuk tidak hadir tidak bisa dibenarkan. Orang-orang ingin mendengar kebenaran," kata Jung.

Baca: Skandal Korupsi, Istana Presiden Korsel Kemungkinan Digerebek

Choi telah disodori beragam pertanyaan pada Minggu 25 Desember oleh jaksa khusus yang menyelidiki sejauh mana dugaan kolusinya dengan presiden Park. Ia juga ditanya mengenai tuduhan memeras sejumlah konglomerat utama untuk memberi "sumbangan" kepada dua yayasan yang dia dikendalikan. 

Choi telah membantah tuduhan baru bahwa dirinya menyembunyikan sekitar 10 triliun Won (USD8,3 miliar) di luar negeri.

Majelis Nasional menggelar pemungutan suara untuk memakzulkan Park awal bulan ini, yang melucuti kekuasaan eksekutifnya. Status Park masih presiden, dan saat ini dirinya menunggu apakah Mahkamah Konstitusi akan meratifikasi gerakan pemakzulan parlemen.    

 


(WIL)


Solusi Damai AS Akan Buat Kesal Palestina dan Israel

Solusi Damai AS Akan Buat Kesal Palestina dan Israel

4 hours Ago

Duta Besar AS untuk PBB Nikki Haley, mendesak Dewan Keamanan PBB untuk mendukung proposal Gedung…

BERITA LAINNYA