Uber dan Careem Ingin Rekrut Seribu Pengemudi Wanita di Arab Saudi

Marcheilla Ariesta    •    Kamis, 11 Jan 2018 18:15 WIB
arab sauditimur tengah
Uber dan Careem Ingin Rekrut Seribu Pengemudi Wanita di Arab Saudi
Uber dan Careem akan rekrut seribu perempuan Arab Saudi sebagai sopir. (Foto: CNN).

Dubai: Perusahaan transportasi online, Careem, yang telah tersebar di seluruh wilayah Timur Tengah, Afrika Utara dan Pakistan, serta Uber yang telah tersebar di seantero dunia, berencana merekrut seribu perempuan Arab Saudi untuk menjadi pengemudi mereka.
 
Rencana ini dimunculkan usai pemerintah Arab Saudi mengumumkan rencana mencabut larangan mengemudi bagi wanita pada Juni 2018 mendatang.
 
Uber dan Careem melihat keputusan kerajaan sebagai peluang mengembangkan bisnis di Negeri Petro Dolar tersebut. Pasalnya, warga Arab Saudi selama ini menggunakan kendaraan pribadi untuk bepergian karena larangan-larangan di sana.
 
"Pengemudi wanita akan membantu kami memberikan layanan yang lebih baik kepada banyak wanita yang ingin bepergian, yang menolak dilayani oleh pengemudi pria," kata Abdullah Elyas, co-founder dan chief privacy officer Careem, seperti dilansir dari laman CNN, Kamis 11 Januari 2018.
 
Menurutnya, banyak wanita dari latar belakang konservatif yang saat ini tidak menggunakan aplikasi daring. Alasannya, karena biasanya aplikasi ini digunakan oleh pria, dan mereka tidak biasa disupiri oleh orang asing, dan itu tidak bisa diterima dalam budaya mereka.
"Artinya, segmen baru di masyarakat Arab Saudi yang tidak menggunakan layanan kami akan mulai (menggunakannya) bulan Juni mendatang." kata Elyas.
 
Perusahaan sudah meluncurkan serangkaian sesi pelatihan 90 menit berkendara, di kota-kota seperti Riyadh, Jeddah dan Al Khobar. Pelatihan ini bertujuan agar wanita Arab Saudi memperoleh lisensi mengemudi yang sah saat berada di luar negeri.
 
Meski bagaimanapun, Careem dan Uber harus berhati-hati dalam melangkah saat menangani sensivitas budaya yang berkaitan dengan pencampuran gender di masyarakat Arab Saudi yang konservatif.
 
Perusahaan yang berbasis di Dubai ini mengumumkan bahwa opsi pengemudi perempuan akan dibatasi untuk penumpang wanita atau keluarga. Selain itu, akan ada pemblokiran nomor kontak antara pengemudi dan pelanggan untuk melindungi privasi.
 
Langkah ini mendorong salah seorang perempuan Arab Saudi, Amani Alawwami (28) ikut pelatihan pertama Careem pada Oktober lalu.
 
Menurutnya, aplikasi transportasi online sangat membantu, khususnya saat ada masalah darurat. Karenanya, dia ingin membantu sesama dengan menjadi sopir transportasi online.
 
Amani mengaku suami dan keluarganya tidak pernah menentang wanita untuk menyetir.



(WAH)

Myanmar Sepakat Terima 1.500 Rohingya Setiap Pekan

Myanmar Sepakat Terima 1.500 Rohingya Setiap Pekan

16 hours Ago

Myanmar menyanggupi akan menyediakan tempat penampungan sementara bagi Rohingya yang kembali.

BERITA LAINNYA