Enam Prajurit Myanmar Terluka Diserang Gerilyawan

Arpan Rahman    •    Minggu, 07 Jan 2018 15:00 WIB
konflik myanmarrohingyapengungsi rohingya
Enam Prajurit Myanmar Terluka Diserang Gerilyawan
Prajurit Myanmar bersiaga di Rakhine. (Foto: AFP)

Taungpyo: Enam tentara Myanmar terluka dalam serangan gerilyawan di negara bagian Rakhine utara. Myanmar menyebut penyerang berasal dari Angkatan Bersenjata Arakan Rohingya (ARSA).

ARSA adalah kelompok militan yang dituduh menyerang pos-pos polisi pada Agustus tahun lalu. Penyerangan itu memicu operasi militer Myanmar yang membuat ratusan ribu Rohingya mengungsi.

Pada Jumat 5 Januari, lebih dari 20 gerilyawan menggunakan bom rakitan untuk menyerang sebuah truk yang mengangkut tentara dari kota Taungpyo di Rakhine utara.

"Ada enam tentara yang dibawa ke sebuah rumah sakit militer," kata petugas polisi penjaga perbatasan Sann Oo melalui telepon, Sabtu, seperti dilansir US News, Minggu 7 Januari 2018.

September lalu, PBB menggambarkan tindakan keras tentara Myanmar terhadap minoritas Muslim Rohingya sebagai pembersihan etnis.

Amerika Serikat (AS) juga menyatakan bahwa kekerasan pada Muslim Rohingya merupakan "pembersihan etnis." Pemerintahan Presiden AS Donald Trump mengumumkan pada 21 Desember bahwa mereka memberi sanksi pada Mayjen Maung Maung Soe, yang sampai saat ini bertanggung jawab atas operasi keamanan di Rakhine .

Militer Myanmar mengeluarkan sebuah laporan pada November, yang mengatakan bahwa sebuah penyelidikan internal telah membuktikan bahwa tentaranya tidak melakukan pelanggaran, termasuk tuduhan pemerkosaan dan pembunuhan di Rakhine.



(WIL)

Myanmar Sepakat Terima 1.500 Rohingya Setiap Pekan

Myanmar Sepakat Terima 1.500 Rohingya Setiap Pekan

22 hours Ago

Myanmar menyanggupi akan menyediakan tempat penampungan sementara bagi Rohingya yang kembali.

BERITA LAINNYA