ASEAN Perlu Konektivitas Nyata untuk Amankan Maritim di Kawasan

Sonya Michaella    •    Sabtu, 06 Jan 2018 15:16 WIB
asean
ASEAN Perlu Konektivitas Nyata untuk Amankan Maritim di Kawasan
Peneliti bidang maritim dan pertahanan asal Filipina, Charitie Joaquin (Foto: Sonya Michaella).

Jakarta: Situasi maritim Asia Tenggara kini mulai diperhitungkan. Hal ini terjadi akibat maraknya perompakan yang dilakukan oleh kelompok militan. Belum lagi permasalahan lain seperti IUU Fishing dan perdagangan manusia.
 
Peneliti bidang maritim dan pertahanan asal Filipina, Charitie Joaquin, menilai seharusnya negara-negara anggota ASEAN memiliki konektivitas yang nyata di perairan kawasan.
 
"Konektivitas nyata yang saya maksud di sini adalah adanya kerja sama antar pelabuhan negara-negara ASEAN untuk meminimalisir terjadinya perompakan bahkan penyelundupan manusia maupun narkoba," kata Joaquin ketika ditemui di acara 5th Think Tank ASEAN-India, Hotel Ritz Carlton, Jakarta, Sabtu 6 Januari 2018.
 
"Misalnya di perairan yang dirasa rawan seperti Filipina dan Malaysia. Mungkin juga bisa dengan Thailand untuk mencegah," lanjut dia.
 
Bahkan, Joaquin menilai perlu ada pelabuhan baru yang menintegerasikan jalur laut Asia Tenggara untuk keamanan perjalanan turis maupun perdagangan internasional.
 
"Di pelabuhan ini lah kita bisa lihat orang keluar dan masuk dan memperdalam keamanan untuk kawasan Asia Tenggara," ungkap dia lagi.
 
Selain itu, ia juga berpendapat bahwa negara-negara ASEAN harus memperkuat coast guard-nya untuk menjaga kawasan perairan. Ia pun memberi contoh dengan kerja sama trilateral antara Filipina, Indonesia dan Malaysia.
 
"Mengapa hanya tiga negara saja? Kenapa tidak semua negara ASEAN agar lebih terjaga. Walaupun memang kasus perompakan kemarin banyak terjadi di perairan tiga negara ini," ucap dia.
 
Keamanan maritim kawasan pun menjadi salah satu fokus pertemuan Menteri Luar Negeri RI Retno Marsudi dan Menteri Luar Negeri India Sushma Swaraj, kemarin. Mereka berdua menekankan bahwa keamanan maritim, terutama di kawasan Pasifik-Hindia harus benar-benar dijaga.



(FJR)