Gagal Hentikan Prajurit Membelot, Pasukan Perbatasan Korut Dihukum

Marcheilla Ariesta    •    Jumat, 24 Nov 2017 09:48 WIB
korea utara
Gagal Hentikan Prajurit Membelot, Pasukan Perbatasan Korut Dihukum
Prajurit Korea Utara (Korut) di lokasi zona demiliterisasi (Foto: AFP).

Pyongyang: Pasukan perbatasan Korea Utara (Korut) dihukum akibat tak mampu menghentikan petugas yang membelot melintasi perbatasan pada 13 November lalu. Sumber intelijen Korea Selatan (Korsel) mengatakan bahwa petugas keamanan perbatasan di Area Keamanan Bersama yang membelot di Zona Demiliterisasi sudah terjadi dalam beberapa dasawarsa.
 
 
Petugas intelijen juga percaya bahwa perwira senior di pos kemungkinan telah mendapat hukuman karena membiarkan salah satu bawahannya melarikan diri. Pejabat tersebut menambahkan bahwa pembelot menyeberang dengan kecepatan tinggi dalam kendaraan militer. 
 
Telegraph, Jumat, 24 November 2017, melaporkan pembelot tersebut telah menjalani operasi darurat hingga lima kali setelah diterbangkan ke rumah sakit sipil di kota Suwon, selatan Seoul.
 
Dalam konferensi pers ke awak media pada Kamis kemarin, dr. Lee Kook-jong mengatakan tentara tersebut telah pulih dan sudah bisa berbicara dengan staf rumah sakit. "Dia diperkirakan sudah bisa mendapat perawatan intensif dan akan dipindahkan ke kamar reguler pada akhir pekan," ujarnya.
 
Pembelot ini diidentifikasi bernama keluarga Oh dan masih berusia 25 tahun. Meski demikian, dia sudah berada di tahun ke delapan wajib militer di tentara Korea Utara.
 
Pemuda tersebut mengungkapkan bahwa dia membelot secara sukarela. "Dia mengaku terinsipirasi dari program televisi Korea Selatan dan film-film Hollywood, termasuk serial The Transporter saat melakukan aksinya," kata petugas.
 
Sebelumnya, nasib sang pembelot hampir mustahil diselamatkan. Dokter yang merawatnya mengatakan ada parasit, berupa cacing di dalam tubuh sang pembelot.
 
 
Dia mengaku terkejut ketika menemukan cacing-cacing ini. Ia terperangah ketika mengetahui salah satu cacing itu biasanya ditemukan dalam tubuh anjing.
 
Tak hanya itu, sang dokter juga sempat mengatakan bahwa tentara itu mengidap hepatitis B, penyakit yang dapat menyebabkan kanker hati.



(FJR)