Promosikan Islam di Jepang, Azyumardi Azra Raih Penghargaan dari Kaisar

Sonya Michaella    •    Jumat, 24 Nov 2017 18:16 WIB
indonesia-jepang
Promosikan Islam di Jepang, Azyumardi Azra Raih Penghargaan dari Kaisar
Azyumardi Azra mendapat penghargaan dari Kaisar Jepang, Kaisar Akihito (Foto: Sonya Michaella).

Jakarta: Mantan rektor UIN Syarif Hidayatullah Azyumardi Azra mendapat penghargaan dari Kaisar Jepang, Kaisar Akihito. Penghargaan tersebut bernama The Order of the Rising Sun: Gold and Silver Star.
 
Azyumardi yang sebelumnya telah bertemu dengan Kaisar Akihito di Istana Kekaisaran Jepang untuk menerima penghargaan ini, semalam menerima undangan dari Duta Besar Jepang untuk Indonesia Masafumi Ishii.
 
"Penghargaan ini sudah diberikan kepada Bapak Azyumardi pada 7 November kemarin di Istana Kaisar. Azyumardi sangat berjasa dalam persahabatan Jepang dan Islam Indonesia," kata Dubes Ishii di kediamannya di Jakarta, Kamis 23 November 2017.
 
Azyumardi sendiri telah berjasa dan terus berkontribusi hingga sekarang dalam pertukaran akadmis penelitian regional di Jepang.
 
"Selain itu, Azyumardi juga menuangkan usulan dan pemikirannya untuk program pengiriman pesantren ke Jepang yang sudah ada sejak 2004 sampai sekarang untuk bertukar budaya dan memperkenalkan Islam ke Jepang," lanjut dia.
 
Hingga tahun 2017, terhitung sudah 158 guru dan kyai yang pergi ke Tokyo dalam program yang diadakan oleh Pemerintah Jepang ini.
 
Azyumardi sendiri mengaku beruntung dapat hadir di Istana Kaisar dan bertemu dengan Kaisar Akihito, awal bulan lalu.
 
"Beruntung saya dapat bertemu dengan Kaisar sebelum beliau menaruh jabatannya. Saya juga bertemu dengan PM Shinzo Abe," tukas guru besar UIN ini.
 
Ia menambahkan, inisiatif adanya pengiriman kyai dan guru Islam ke Jepang sangat bagus sekali untuk membuka pemikiran anak-anak Muslim Indonesia ke depannya.
 
"Kegiatan ini jangan sampai berhenti karena berguna untuk mempromosikan Islam dan membuka pemikiran lebih luas muda mudi kita," tuturnya.
 
Pemerintah Jepang juga membantu UIN di dalam sektor pendidikan di mana saat dirinya masih menjadi rektor Jepang membantu UIN untuk membangun gedung yang digunakan oleh Fakultas Kedokteran. Gedung yang dibiayai penuh oleh Jepang ini terhitung gedung yang terbaik se-Jakarta.



(FJR)