Ambil Alih FIR, Indonesia Butuh Kapasitas Teknologi dan SDM

Sonya Michaella    •    Selasa, 13 Jun 2017 15:07 WIB
wilayah informasi penerbangan/fir
Ambil Alih FIR, Indonesia Butuh Kapasitas Teknologi dan SDM
Kapasitas teknologi dan ketersediaan SDM jadi bahasan dalam seminar mengenai FIR di Jakarta (Foto: Sonya Michaella/Metrotvnews.com).

Metrotvnews.com, Jakarta: Kapasitas teknologi dan ketersediaan Sumber Daya Manusia (SDM) menjadi dua hal penting yang harus dimiliki Indonesia dalam upaya untuk pengambilalihan navigasi penerbangan (Flight Information Region atau FIR).
 
 
"Undang-Undang kita sudah ada dari 2009. Sampai sekarang berarti sudah delapan tahun. Nah di situ kita ngapain saja?" ujar Direktur Hukum dan Perjanjian Ekonomi Kementerian Luar Negeri RI, Amrih Jinangkung di Hotel Ayana Midplaza, Sudirman, Jakarta, Selasa 13 Juni 2017.
 
"Kewajiban sebuah negara untuk mengambil alih FIR-nya namun tetap dalam safety dan regularlity dari International Civil Aviation," lanjut dia lagi dalam seminar 'Perubahan Batas Flight Information Region: Apa yang Harus Disiapkan oleh Indonesia'.
 
Dikatakan Amrih, Indonesia pun sudah melakukan diplomasi dan juga perundingan dengan negara terkait, misalnya Singapura.
 
"Indonesia juga mengikuti prosedur pengambil alihan sesuai dengan ICAO dan juga perlu kerja sama erat seluruh pihak terkait khususnya Kemenlu dan Kemenhub," tutur Amrih.
 
Berbicara mengenai FIR, sistem ini berkaitan dengan masalah teknis pemberian pelayanan navigasi penerbangan.
 
"Pelaksanaan pelayanan navigasi oleh negara lain tidak mengurangi kedaulatan sebuah negara di ruang udara tersebut" tegas dia.
 
Ia menambahkan, semua pihak terkait juga harus bersama-sama mendukung Kemenhub untuk merealisasikan pengambilalihan FIR Indonesia secepatnya, sebelum 2019.



(FJR)

Waspadai Infiltrasi Ideologi

Waspadai Infiltrasi Ideologi

3 hours Ago

Infiltrasi ideologi merupakan ancaman di balik cepatnya perkembangan teknologi. Namun pendekatan…

BERITA LAINNYA