ASEAN-China Sepakati Kerangka COC Laut China Selatan

Fajar Nugraha    •    Jumat, 19 May 2017 10:45 WIB
laut china selatan
ASEAN-China Sepakati Kerangka COC Laut China Selatan
Pejabat senior dari 10 negara ASEAN bersama dengan delegasi China, menyepakati kerangka COC Laut China Selatan (Foto: AFP).

Metrotvnews.com, Guiyang: Asosiasi Negara Asia Tenggara (ASEAN) dan China akhirnya menyepakati kerangka kode etik perilaku (Code fo Conduct/COC) Laut China Selatan.
 
Pejabat senior dari 10 negara ASEAN bersama dengan delegasi China, menyepakati kerangka ini dalam sebuah pertemuan di Guiyang, China. Kerangka ini sangat penting untuk mencegah insiden di wilayah laut yang diklaim oleh banyak negara.
 
 
Kesepakatan ini tentunya bisa menentukan arah perjanjian COC yang lebih detail dan final. Sikap positif tentunya wajar, mengingat negosiasi untuk mencapai kerangka ini sudah berjalan selama 15 tahun.
 
10 negara ASEAN dan China sebelumnya sudah mengadopsi Deklarasi Perilaku (Declaration of Conduct/DOC) pada 2002 untuk menghindari tindakan tidak bersahabat. Seluruh pihak yang mengklaim Laut China Selatan saat itu sepakat untuk tidak menggunakan ancaman atau kekerasan guna mendesak klaim mereka.
 
Tetapi setelah DOC, China menolak untuk mengarah ke perjanjian yang lebih mengikat. Negeri Tirai Bamabu mengklaim hampir seluruh wilayah Laut China Selatan, meskipun ada klaim lain dari Taiwan dan beberapa negara ASEAN seperti Filipina, Brunei Darussalam, Malaysia dan Vietnam.
 
Sementara melalui kerangka ini, dalam draft yang diperoleh oleh AFP menunjukkan kesepakatan bahwa pihak yang berkepentingan "menentukan norma-norma yang menjadi panduan bagi tiap pihak pengklaim dan mempromosikan kerja sama maritim di Laut China Selatan".
 
Selain itu, berdasarkan draft tersebut menegaskan bahwa kerangka ini bukan menjadi instrumen guna menyelesaikan masalah saling klaim wilayah.
 
Perhatian mengenai konflik ini dalam beberapa tahun terakhir tertuju pada Filipina dan China. Di bawah pemerintahan mantan Presiden Benigno Aquino, Filipina mengadopsi sikap keras terhadap klaim China.
 
Kini di bawah pemerintahan Rodrigo Duterte, mulai menunjukkan arah menuju kerja sama. Pejabat China dan Filipina pun akan melakukan pertemuan pada Jumat 19 Mei ini, dalam pertemuan bilateral membahas sengketa wilayah.
 
Pada Kamis 18 Mei, Duterte melontarkan komentar akan membuka kemungkinan kerja sama mengeksplorasi sumber daya alam di Laut China Selatan dengan China dan Vietnam.



(FJR)