Ratusan WNI Korban Perdagangan Manusia Diselamatkan di Malaysia

Fajar Nugraha    •    Jumat, 21 Apr 2017 16:42 WIB
perlindungan wni
Ratusan WNI Korban Perdagangan Manusia Diselamatkan di Malaysia
Jubir Kemenlu RI Arrmanatha Nasir (Foto: Fajar Nugraha/MTVN).

Metrotvnews.com, Jakarta: Sekitar 150 warga negara Indonesia (WNI) yang bekerja di perusahaan burung walet di Malaysia, diselamatkan dari lingkaran perdagangan manusia.
 
Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Arrmanatha Nasir menjelaskan laporan itu didapatkan dari Kedutaan Besar Republik Indonesia di Kuala Lumpur. Mereka diperkirakan menjadi korban Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO).
 
"Sekitar 153 orang itu dan 51 diperkirakan korban TPPO, sisanya 102 itu menjadi korban pelanggaran imigrasi dan pemiliknya ditahan, dikenakan proses hukum. Kemarin di sidang dan dia dikenakan bebas bersyarat dengan membayar jaminan sebesar 60 ribu ringgit Malaysia," tutur Arrmanatha, di kantor Kementerian Luar Negeri, Jakarta, Jumat 21 April 2017.
 
"102 orang yang ditahan karena pelanggaran imigrasi mereka dibebaskan tidak ada dikenakan sanksi. Tapi untuk sementara diminta tetap di Malaysia untuk jadi saksi pelanggaran kasus ini," imbuhnya. 
 
Sementara 51 WNI yang diduga korban TPPO masih dalam proses investigasi. Jika mereka tidak memenui kriteria bahwa mereka korban TPPO, mereka akan bisa pulang," pungkasnya.
 
Tidak diketahui secara pasti asal dari WNI tersebut. Namun kemungkinan besar berasal dari Jawa Tengah dan beberapa daerah lain.
 
Diduga kuat bahwa korban TPPO ini tidak dibayar oleh perekrutnya. Namun hal ini masih dalam proses penyelidikan.



(FJR)