Menlu Retno: Dunia Lebih Damai dan Sejahtera Melalui Pendidikan

   •    Selasa, 18 Oct 2016 19:43 WIB
pendidikan
Menlu Retno: Dunia Lebih Damai dan Sejahtera Melalui Pendidikan
Menlu Retno dalam KTM ke-43 OKI di Tashkent, Uzbekistan, 10 Oktober 2016. (Foto: Kemenlu RI)

Metrotvnews.com, Tashkent: Melalui pendidikan, kita dapat mengubah dunia menjadi lebih damai dan menjadi komunitas yang lebih sejahtera. Demikian disampaikan Menteri Luar Negeri RI, Retno Marsudi, dalam Konferensi Tingkat Menteri (KTM) ke-43 Organisasi Kerja Sama Islam (OKI) di Tashkent, Uzbekistan (10/10/2016). 

Dalam KTM yang mengambil tema "Education and Enlightenment - Path to Peace and Creativity," Menlu Retno menyampaikan bahwa Islam dalam sejarahnya memiliki tingkat peradaban yang tinggi. Islam telah berkontribusi besar bagi pendidikan dan pembangunan peradaban Dunia. 

Namun demikian, kontribusi dunia Islam di bidang pendidikan saat ini tidak banyak terlihat. Menghadapi keadaan demikian, Menlu Retno menegaskan, "kita harus membuat peran Islam di bidang pendidikan menjadi hebat kembali, berkontribusi terhadap penemuan baru dan inovasi serta perdamaian dan kesejahteraan dunia."

Menlu Retno menegaskan pendidikan telah menjadi isu prioritas sejak awal pendirian OKI. Kerja sama pendidikan, sains, teknologi, inovasi, pemberdayaan dan pemajuan peran perempuan merupakan bagian kunci dari Program Aksi OKI 2025. 

Oleh karena itu penting bagi negara anggota OKI untuk meningkatkan komitmen terhadap pendidikan, termasuk meningkatkan komitmen pendanaan bagi pendidikan. "Negara-negara Islam harus memastikan prinsip pendidikan bagi semua menjadi bagian dalam kebijakan nasional dan memastikan adanya pendanaan yang memadai bagi pendidikan di tingkat nasional," tutur Menlu Retno.

Secara khusus, Menlu Retno menyebut pentingnya untuk dunia Islam memberdayakan dan mengarusutamakan peran perempuan dalam pendidikan. Ia juga menilai perempuan harus dapat mengakses pendidikan sebagai salah satu hak dasar. 

Untuk itu, penting bagi negara anggota OKI untuk mewujudkan komitmen ke dalam program konkret yang diimplementasi. Hal ini guna memastikan perempuan mendapatkan akses kepada pendidikan. 

"Sangat disayangkan bahwa di abad ke-21 masih banyak perempuan yang belum mendapat akses kepada pendidikan, untuk itu Indonesia siap untuk terus berkontribusi guna memastikan perempuan mendapatkan hak yang sama kepada pendidikan," ucap Menlu Retno.  

Lebih lanjut Menlu Retno menyampaikan perempuan merupakan agen perubahan penting dalam menghadapi berbagai tantangan yang ada saat ini di dunia Islam, termasuk dalam menanggulangi terorisme, radikalisme dan ekstrimisme. 

"Perempuan sebagai pendidik utama anak-anak memiliki kemampuan mendorong dan memperkuat nilai-nilai toleran dan budaya damai kepada masyarakat Islam," sebut Menlu Retno

Dalam kesempatan tersebut, Menlu Retno juga menyampaikan upaya Pemerintah dalam memajukan pendidikan di Indonesia, termasuk mengarusutamakan peran perempuan. Menlu RI menegaskan komitmen tinggi Pemerintah dalam pendidikan, yang antara lain dapat dilihat dari alokasi sebesar 20 persen dari APBN untuk pendidikan sesuai mandat konstitusi. 

Selain itu, Menlu Retno juga menyampaikan komitmen Pemerintah melibatkan peran perempuan dalam kabinet. Saat ini, jumlah perempuan dalam kabinet hampir mencapai 30 persen.



(WIL)