Migrant CARE Sambut Baik Peresmian Portal Perlindungan WNI

Marcheilla Ariesta    •    Selasa, 11 Sep 2018 20:10 WIB
perlindungan wni
Migrant CARE Sambut Baik Peresmian Portal Perlindungan WNI
Presiden Jokowi Berikan Akta Lahir Elektronik bagi WNI di luar negeri. (Foto: Dok. Kemenlu).

Jakarta: Presiden Joko Widodo meresmikan Peluncuran Portal Perlindungan Warga Negara Indonesia (WNI). Portal ini dibuat untuk mempermudah mekanisme pengaduan dan pelayanan WNI, khususnya para buruh migran Indonesia (BMI).

Langkah tersebut disambut positif oleh Migran CARE. Meski demikian langkah tersebut harus ditindaklanjuti dengan peningkatan kualitas pelayanan oleh para pejabat publik terkait dengan penempatan dan perlindungan BMI.

"Migrant CARE menyambut positif langkah ini sebagai upaya untuk memaksimalkan perlindungan buruh migran Indonesia yang bekerja di luar negeri," demikian dikutip pernyataan Direktur Eksekutif Migrant CARE, Wahyu Susilo, Selasa 11 September 2018.

"Di beberapa negara tujuan buruh migran Indonesia, para pejabat perwakilan RI di luar negeri masih menganggap buruh migran Indonesia sebagai warga negara kelas dua dan pekerjaan melayani buruh migran dianggap tidak bergengsi," imbuhnya.

Karenanya, peningkatan layanan tersebut harus diikuti transformasi kelembagaan dan tata kelola perlindungan buruh migran Indonesia.

Presiden Jokowi meresmikan peluncuran Sistem Informasi Pelayanan dan Perlindungan WNI di Luar Negeri yang dinamai Portal Peduli WNI. Dengan Portal itu, seluruh Perwakilan RI akan memiliki satu standar pelayanan dan satu data WNI. Sistem tersebut telah terintegrasi penuh dengan sistem pendataan dan pelayanan nasional seperti Dukcapil Kemdagri, Keimigrasian Kemhukham dan data ketenagakerjaan luar negeri milik BNP2TKI. 

"Setelah pengembangan selama hampir tiga tahun, untuk pertamakalinya dalam sejarah akhirnya kita akan memiliki satu standar pelayanan di seluruh Perwakilan RI dan satu basis data  WNI. Sistem dan datanya sudah terintegrasi penuh dengan data nasional terkait lainnya. WNI bisa mendapatkan layanan secara online maupun dengan datang ke Perwakilan," kata Menlu Retno Marsudi yang turut mendampingi kunjungan kerja Presiden Jokowi ke Seoul.

Untuk dapat memanfaatkan pelayanan melalui portal ini, WNI di luar negeri diharuskan melaporkan dirinya. Proses lapor diri dibuat lebih mudah dengan lapor diri online.

Dengan sistem ini, nantinya Pemerintah akan dapat mengetahui statistik dan profil WNI di luar negeri yang akurat dan realtime.  Sistem ini akan terus dikembangkan dalam rangka memberikan pelayanan bagi WNI di luar negeri yang mudah, cepat dan murah.


(WIL)