Kasus WNI Disandera, Dinamikanya Selalu Berbeda

Fajar Nugraha    •    Kamis, 06 Oct 2016 16:46 WIB
wni disandera abu sayyaf
Kasus WNI Disandera, Dinamikanya Selalu Berbeda
Juru Bicara Kemenlu RI Arrmanatha Nasir (Foto: MTVN)

Metrotnews.com, Jakarta: Sebanyak tiga warga negara Indonesia (WNI) kembali bebas dari penyanderaan kelompok bersenjata di Filipina, Sabtu 1 Oktober. Kementerian Luar Negeri Repulik Indonesia menilai dinamika kasus penyanderaan ini sangat berbeda.
 
Dua sandera saat ini masih ditahan di Filipina selatan. Pemerintah pun menegaskan pihaknya terus berupaya membebaskan kedua WNI.
 
"Dua sandera yang masih sisa ada di Filipina selatan, kita terus berupaya untuk membebaskan mereka. Tentunya dari Kementerian Luar Negeri sesuai dengan pembagian tugas  kita terus melakukan diplomasi, baik dengan pemeritah Filipina ataupun dengan aset-aset kita yang ada di Filipina Selatan," ujar Juru Bicara Kementerian Luar Negeri RI Arrmanatha Nasir, di Kantor Kemenlu, Jakarta, Kamis (6/10/2016).
 
"Pihak intelijen juga terus bergerak di Filipina Selatan, harapannya kita bisa mendapatkan hasil dalam waktu yang tidak terlalu lama," tegasnya.
 
Kemenlu tidak bisa membuat target terkait upaya pembebasan WNI yang menjadi sandera. "Susah untuk kita membuat target untuk hal seperti ini, karena kita perlu ingat bahwa di setiap kasus itu dinamikanya berbeda," pungkasnya. 
 
"Jadi kita tidak ada pola, sehingga kita harus ke lapangan dan melihat langkah-langkah terbaik yang bisa kita lakukan. Dengan target utama keselamatan para sandera," tutur Arrmanatha.
 
Pria yang akrab disapa Tata ini salah satu fokus pemerintah saat ini adalah terus melakukan komunikasi dengan pihak perusahaan, penyandera. Menlu Retno Marsudi juga melakukan komunikasi yang intensif dengan otoritas Filipina, baik itu dengan Menlu Filipina, maupun dengan pihak lainnya di Filipina.
 
Belajar dari pengalaman-pengalaman eks-sandera, pemerintah bisa mengatur langkah-langkah ke depan demi membebaskan dua sandera lainnya.
 
Tiga sandera WNI yang dibebaskan pada Sabtu 1 Oktober bernama Ferry Arifin, M Mahbur Dahlan dan Eddy Sugiono, mereka saat ini masih berada di Filipina. Sementara dua WNI yang disandera adalah Robin Peter dan M Nasir.

 
 

(FJR)

Hasil Referendum Italia dan Hubungannya dengan Uni Eropa

Hasil Referendum Italia dan Hubungannya dengan Uni Eropa

1 day Ago

Perdana Menteri Italia Metteo Renzi mundur dari jabatannya setelah gagal menang dalam referendum…

BERITA LAINNYA