Lewat Media Sosial, Anak Muda Bisa Ikut Perangi TPPO

Marcheilla Ariesta    •    Jumat, 15 Dec 2017 13:31 WIB
media sosialperdagangan manusia
Lewat Media Sosial, Anak Muda Bisa Ikut Perangi TPPO
Acara 70 Years Universal Declaration of Human Rights di kantor perwakilan PBB di Jakarta, Jumat 15 Desember 2017. (Foto: Marcheilla Ariesta)

Jakarta: Tindak pidana perdagangan orang (TPPO) masih banyak terjadi di Indonesia. Kejahatan lintas batas ini masih terjadi di tengah upaya keras pemerintah yang terus memeranginya bersama-sama dengan sejumlah mitra.

Dalam upaya memerangi TPPO ini, generasi milenial dinilai memiliki peranan penting, terutama yang aktif menggunakan media sosial.

Direktur Pemberitaan Media Indonesia, Usman Kansong, menuturkan bahwa medsos merupakan wadah tepat untuk memerangi TPPO. 

"Generasi milenial ini aktif di media sosial, maka kalian bisa menggunakan media sosial ini untuk kampanye melawan tindak pidana perdagangan orang," kata Usman Kansong dalam acara 70 Years Universal Declaration of Human Rights di kantor perwakilan organisasi Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) di Jakarta, Jumat 15 Desember 2017.

Lewat medsos, tambah Usman, anak muda dapat membuat opini dan berpendapat untuk mengingatkan sesama temannya akan bahaya TPPO.


Medsos dinilai sebagai wadah tepat untuk memerangi TPPO. (Foto: Marcheilla Ariesta)

Senada dengan Usman, UNODC Country Manager untuk Indonesia Collie Brown juga mengatakan bahwa dengan medsos, generasi milenial dapat melaporkan jika melihat atau mengetahui terjadinya praktik TPPO.

"Kalian merupakan generasi yang sering melakukan perjalanan, baik di dalam atau di luar negeri. Kalian bisa mengidentifikasi bila di suatu daerah ada kejahatan perdagangan orang dan bisa melaporkannya lewat media sosial kalian," imbuhnya.

Ketua Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) Ahmad Taufan Damanik mengatakan bahwa pihaknya juga bekerja sama dengan anak muda dalam kampanye pencegahan TPPO. Menurutnya, anak muda merupakan mitra yang tepat dan sangat kuat dalam melawan TPPO.

"Komnas HAM selalu mendengarkan suara anak-anak muda yang menaruh perhatian mereka terhadap TPPO dan kami membawa suara anak-anak muda itu untuk menjadi pertimbangan tindakan yang akan kami ambil dan kami bawa ke pemerintah," katanya.

Dari data Kementerian Hukum dan HAM, hingga Juni 2017, jumlah korban TPPO di Indonesia mencapai 6.400 orang. Kebanyakan mereka terjerumus karena diimingi pekerjaan ke luar negeri.


(WIL)

Myanmar Sepakat Terima 1.500 Rohingya Setiap Pekan

Myanmar Sepakat Terima 1.500 Rohingya Setiap Pekan

20 hours Ago

Myanmar menyanggupi akan menyediakan tempat penampungan sementara bagi Rohingya yang kembali.

BERITA LAINNYA