Israel akan Kembali Pasok Listrik ke Jalur Gaza

Marcheilla Ariesta    •    Senin, 08 Jan 2018 15:54 WIB
israel palestina
Israel akan Kembali Pasok Listrik ke Jalur Gaza
Israel akan kembali pasok listrik ke Jalur Gaza. (Foto: AFP/Said Khatib).

Gaza: Pemerintah Israel akan mengembalikan pasokan listrik penuh ke Jalur Gaza. Keputusan tersebut dibuat menyusul pernyataan Palestina yang menyebut akan melanjutkan pembayarannya.
 
Pasokan listrik tersebut sudah diputus sejak April tahun lalu. Akibatnya, para penduduk di Jalur Gaza, yang jumlahnya sekitar dua juta orang, hanya bisa menggunakan listrik selama tiga atau empat jam sehari.
 
"Kami telah memerintahkan pengerahan jalur yang bisa menghasilkan hingga 120 megawatt listrik di Gaza. Paling lambat Senin semuanya sudah beroperasi optimal," kata Menteri Energi Israrel Yuval Steinitz melalui pernyataan singkat kemarin, dikutip dari Washington Post, Senin 8 Januari 2018.
 
Pemutusan pasokan listrik ke Gaza kala itu dilakukan sebagai bagian dari upaya Hamas melepaskan cengkraman mereka dari wilayah tersebut. Meski demikian, sejak Hamas menandatangani perjanjian rekonsiliasi dengan Fatah pada Oktober lalu, keduanya sepakat menyerahkan kontrol administrasi di Jalur Gaza kepada otoritas resmi Palestina.
 
Qadura Fares, pejabat senior Fatah mengatakan bahwa pengumuman Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump yang mengakui Yerusalem sebagai ibu kota Israel memacu kedua kelompok di Palestina itu bersatu.
 
"Keputusan Trump membuat kami semakin antusias mempercepat proses rekonsiliasi," ungkapnya.
 
Seorang ekonom di Gaza menuturkan, dengan kembalinya pasokan tersebut, maka kini aliran listrik mengalami peningkatan hingga enam jam. Sebelumnya, satu-satunya pembangkit listrik di Gaza hanya bisa menghasilkan sedikit tenaga.
 
Listrik dihidupkan kembali setelah perusahaan listrik setempat berjanji bekerja lebih baik dalam mengumpulkan pembayaran dari konsumen.
 
Jalur Gaza mengandalkan tiga sumber energi, namun gabungannya tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan mereka. Sebagian besar listrik berasal dari Israel, yang memasok 120 megawatt.
 
Sementara itu, sekitar 60 megawatt berasal dari pembangkit listrik yang tidak beroperasi penuh karena kekurangan bahan bakar. Dan sekitar 15 hingga 20 megawatt berasal dari Mesir. Sayangnya, adanya masalah keamanan di Semenanjung Sinai membuat pasokan tersebut tidak dapat diandalkan.



(WIL)


Grup Amal Texas Tampung 30 Imigran yang Ditahan AS

Grup Amal Texas Tampung 30 Imigran yang Ditahan AS

6 hours Ago

Para imigran itu ditampung usai otoritas AS mencabut dakwaan hukum atas tuduhan memasuki wilayah…

BERITA LAINNYA