TKI Dibekali Pelatihan dan Modal dalam 'Saya Mau Sukses'

Marcheilla Ariesta    •    Senin, 04 Dec 2017 15:34 WIB
tkiindonesia-malaysiatki bermasalah
TKI Dibekali Pelatihan dan Modal dalam 'Saya Mau Sukses'
Dubes RI untuk Malaysia Rusdi Kirana dalam peluncuran program Saya Mau Sukses di Ciracas, Jakarta Timur, Senin 4 Desember 2017. (Foto: Kemenlu RI)

Jakarta: Duta Besar Indonesia di Malaysia, Rusdi Kirana mengungkapkan bahwa repatriasi saja tidak cukup untuk menghentikan para tenaga kerja Indonesia (TKI) mencari pekerjaan di luar negeri. Menurut dia, para TKI ini baiknya diberi pelatihan untuk mengembangkan kemampuan.

Karenanya, bekerja sama dengan Bank Rakyat Indonesia (BRI), Kedutaan Besar RI di Kuala Lumpur mengadakan program 'Saya Mau Sukses.' Program ini merupakan pelatihan selama 14 hari bagi para tenaga kerja Indonesia.

Tak hanya diberikan pelatihan, para mantan TKI itu juga diberi modal untuk memasarkan produk yang mereka buat selama pelatihan.

"Mereka harus diberikan pelatihan dan permodalan. Untuk itu kita bikin program ini. Sebanyak 30 orang ini mereka dilatih di sini selama dua minggu kemudian nanti akan dikembalikan ke kampung halaman," ujar Rusdi saat ditemui di Balai Pelatihan dan Pengembangan Masyarakat Ciracas, Jakarta, Senin, 4 November 2017.

Para TKI ini nantinya juga akan dibekali pembinaan jiwa untuk dapat memotivasi calon tenaga kerja lainnya agar memiliki keterampilan dan malah membuka usaha di kampung halaman mereka.

Menteri Ketenagakerjaan, Hanif Dhaikiry menuturkan program ini sangat didukung oleh pemerintah pusat. Pasalnya semakin banyak pihak yang mengurus TKI, maka semakin baik.

"Ke depan, kita akan mengundang banyak pihak untuk terus bekerja sama bagi pelatihan TKI ini," ucapnya.

Meski demikian, program ini bukan yang pertama kali dilakukan pemerintah untuk memberdayakan para buruh migran. Hanif mengungkapkan ada 301 balai pelatihan kerja, yang 17 di antaranya khusus berada di bawah Kementerian Ketenagakerjaan.

Semua bentuk pelatihan, ujar Hanif, ada dalam program Kemenaker. Mulai dari kursus jahit, pelatihan teknis, proses makanan dan lainnya. Menurut dia, banyak akses yang diberikan pemerintah dan bisa dimanfaatkan para mantan TKI ini secara gratis.

"Kita harus perhatian pada sumber daya manusia di Indonesia yang harus semakin kompetitif," imbuh dia.

Sebanyak sembilan juta buruh migran asal Indonesia mengadu nasib di negeri orang. Sayangnya, tak semuanya berhasil.

Beberapa di antara mereka malah bernasib buruk lantaran tak memiliki keterampilan memadai untuk bersaing di dunia kerja. Karenanya, program 'Saya Mau Sukses' ini tak hanya memberikan pelatihan keterampilan, namun juga pemasarannya.

Bekerja sama dengan BRI dan Lion Grup, produk hasil pelatihan para TKI ini akan dibantu dipasarkan ke berbagai tempat, baik di Indonesia maupun luar negeri.


(WIL)