BNPB dan AHA Center Dorong Kerja Sama Pemerintah dan Swasta

Marcheilla Ariesta    •    Selasa, 05 Dec 2017 16:28 WIB
aha centre
BNPB dan AHA Center Dorong Kerja Sama Pemerintah dan Swasta
Direktur Eksekutif AHA Center, Adelina Kamal (Foto: Marcheilla Ariesta).

Jakarta: Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dan Pusat Koordinasi Bantuan Kemanusiaan ASEAN (AHA Center) mendorong kerja sama penanggulangan bencana dan bantuan pemerintah dengan pihak swasta.
 
Direktur Rekonsiliasi dan Rehabilitasi di bidang Ekonomi dan Sosial BNPB, Agus Wibowo menuturkan, selama 10 tahun sejak berdiri, Indonesia selalu menggunakan dana pemerintah untuk bantuan. Karenanya, dia berharap dalam 10 tahun mendatang, pihak swasta membantu untuk pembiayaan bantuan kemanusiaan dan penanggulangan bencana.
 
"Pada sepuluh tahun pertama kita menggunakan dana dari pemerintah, namun di 10 tahun mendatang, kita berharap pihak swasta akan membantu untuk berkontribusi lebih besar dalam penanggulangan bencana," ujarnya, dalam konferensi pers di kantor AHA Center, Jakarta, Selasa, 5 Desember 2017.


Direktur Rekonsiliasi dan Rehabilitasi di bidang Ekonomi dan Sosial BNPB, Agus Wibowo (Foto: Marcheilla Ariesta).

 
Menurutnya, pihak swasta sangat ingin terlibat dalam memberikan bantuan. "Mereka suka dan senang untuk bisa bekerja sama dalam penanganan bencana dengan pemerintah," lanjut Agus.
 
Karenanya, dia menambahkan, BNPB sudah menandatangani nota kesepahaman dengan Maipark, asuransi untuk para korban bencana alam atau kebakaran. Kesepakatan yang ditandatangani berupa konsep re-asuransi yang berkaitan dengan pengalihan risiko dan pembiayaan risiko.
 
Sementara itu, Direktur Eksekutif AHA Center, Adelina Kamal, menjelaskan bahwa tingginya kebutuhan sumber daya dalam menangani bencana di Asia Tenggara tak hanya dapat dilakukan AHA Center tanpa bantuan dari pihak lain, salah satunya swasta.
 
"Tingginya kebutuhan sumber daya dalam menangaani bencana di wilayah Asia Tenggara tidak dapat dilakukan hanya oleh AHA Center sendiri tanpa adanya partisipasi strategis yang aktif dan terkoordinasi dari para pemangku kepentingan lain, seperti misalnya pihak swasta," kata dia.
 
Karenanya, imbuh Adelina, AHA Center ingin menggaet tak hanya pemerintah masing-masing negara anggota, namun juga sektor swasta dalam penanggulangan bencana. "Baik di tahap persiapan, respon dan usaha perbaikan setelah bencana," seru dia.
 
AHA Center didirikan sebagai bagian dari komitmen ASEAN dalam mempererat tanggap bencana dan untuk mengurangi kerugian akibat bencana. Lembaga ini sudah berdiri selama enam tahun sejak 2011, dan sudah membantu menangani bencana di berbagai wilayah di negara-negara ASEAN.

(FJR)