Jurnalis Penerbang Drone Dibebaskan dari Penjara Myanmar

Willy Haryono    •    Jumat, 29 Dec 2017 15:16 WIB
konflik myanmar
Jurnalis Penerbang Drone Dibebaskan dari Penjara Myanmar
Jurnalis lokal Myanmar Aung Naing Soe berbicara kepada awak media usai dibebaskan dari penjara Yamethin, 29 Desember 2017. (Foto: AFP/YE HTOO)

Naypyidaw: Jurnalis lokal dan asing yang dipenjara gara-gara menerbangkan pesawat tanpa awak atau drone di dekat gedung parlemen Myanmar akhirnya dibebaskan pada Jumat 29 Desember 2017. Mereka semua dibui selama lebih kurang dua bulan. 

Lau Hon Meng dari Singapura dan Mok Choy Lin dari Malaysia ditugaskan kantor berita TRT ke Myanmar. Mereka berdua dan seorang jurnalis lokal Myanmar Aung Naing Soe serta sopir Hla Tin ditangkap pada akhir Oktober. 

Ketika itu, mereka semua sedang mengambil sejumlah data untuk program dokumenter di Naypyidaw, Myanmar. 

Mengira hanya akan didenda sejumlah uang, para jurnalis mengaku telah menerbangkan drone. Namun mereka semua justru divonis dua tahun penjara berdasarkan undang-undang penerbangan Myanmar. 

Baca: Dua Jurnalis Media Turki Ditahan Usai Terbangkan Drone di Myanmar

Jumat pagi, para jurnalis dibebaskan dari penjara setelah sebuah pengadilan mencabut beberapa tuntutan lain dengan ancaman vonis antara tiga hingga lima tahun penjara. 

"Mereka semua dibebaskan pagi ini pukul 07.00 pagi dari penjara Yamethin," tutur pengacara Khin Maung Zaw kepada AFP

Dia menambahkan dua jurnalis asing sudah dibawa ke Bandara Internasional Yangon untuk meninggalkan Myanmar. Sementara dua warga Myanmar sudah bertemu keluarga masing-masing. 

Aung Naing Soe, reporter lokal yang merayakan ulang tahun ke-27 di penjara, berharap wartawan lainnya yang ditahan di Myanmar dapat segera dibebaskan,

Sedikitnya sebelas reporter telah ditangkap di Myanmar atas beragam tuduhan sepanjang tahun ini.


(WIL)