Kamboja Tegaskan Dukungan Konsep Indo-Pasifik Indonesia

Fajar Nugraha    •    Selasa, 04 Dec 2018 13:46 WIB
indo-pasifikIndonesia-Kamboja
Kamboja Tegaskan Dukungan Konsep Indo-Pasifik Indonesia
Menlu Kamboja Prak Sokhonn sampaikan dukungan konsep Indo Pasifik kepada Menlu Retno Marsudi. (Foto: Fajar Nugraha/Medcom.id).

Jakarta: Pada pertemuan antara Menteri Luar Negeri Retno LP Marsudi dengan Menlu Kamboja Prak Sokhonn di Gedung Pancasila, konsep Indo-Pasifik mendapatkan penegasan dukungan.

Baik Menlu Retno dan Menlu Sokhonn sepakat untuk mengintensifkan kerja sama memperkuat persatuan dan sentralitas ASEAN. Keduanya memastikan kawasan Asia Tenggara tetap damai dan makmur.

“Indonesia sangat menghargai dukungan Kamboja dalam pengembangan konsep Indo Pasifik yang mendorong prinsip keterbukaan inklusivitas transparansi dan menghormati hukum internasional dan sentralitas ASEAN,” ujar Menlu Retno, di Gedung Pancasila, Jakarta, Selasa, 4 Desember 2018..

Sementara Menlu Sokhonn menegaskan kesamaan pandangan terkait isu regional dan internasional. “Terutama kami menekankan kembali dukungan Kamboja kepada konsep atau inisiatis Indo-Pasifik Indonesia, dan kami juga menekankan kembali pentingnya sentralitas ASEAN,” tegas Sokhonn.

Berbagai kerja sama lain disepakati dalam pertemuan Sidang Komisi Bersama Indonesia-Kamboja ini. Investasi dan perdagangan menjadi perhatian utama. Selama ini perdagangan dua arah tengah mengalami tren positif, meningkat 10,86 persen selama lima tahun terakhir. Kedua negara menyaksikan peningkatan hubungan antara kedua sektor swasta, diantaranya Ciputra yang mengembangkan Phnom Penh International City dgn investasi senilai USD70 juta. Selain itu PT Kimia Farma telah menyepakati kesepakatan bisnis senilai USD60.000 selama satu tahun.

“Saya senang menyaksikan peningkatan ketertarikan produk farmasi ndonesia di Kamboja. Untuk memfasilitasi kami akan meningkatkan kerja sama di sektor produk farmasi sehingga bisa masuk ke pasar Kamboja. Kami juga sepakat mempercepat proses internal penerapan kesepakatan pajak perganda dan penghindaran fiskal terkait pajak pendapatan,” tutur Menlu Retno.

Kedua negara melihat potensi besar di sektor pariwisata. Tahun 2017 terjadi peningkatan hingga 20 persen wisatawan Kamboja ke Indonesia. Kedua menlu sepakat utk meningkatkan di sektor ini termasuk review MoU kerja sama pariwisata yang ditandatangani pada 1999 dan mendukung program warisan sejarah sebagai inisiatif untuk mempromosikan lokasi warisan sejarah yang diakusi UNESCO di kedua negara.

Penguatan kerja sama people to people contact turut menjadi perhatian. Selama bertahun-tahun Indonesia sudah menawarkan sejumlah program peningkatan kapasitas dan beasiswa mahasiswa Kamboja. Indonesia akan tetap untuk berkomitmen menjadi partner Kamboja dalam kerangka selatan selatan dan triangular. Baik Indonesia dan Kamboja juga sepakat untuk mempercepat finalisasi MoU tentang pengajaran bahasa asing.


(FJR)