Dihantam Sanksi, Korut Bertekad Balas AS 1.000 Kali Lipat

Willy Haryono    •    Senin, 07 Aug 2017 16:49 WIB
korea utaranuklir korea utara
Dihantam Sanksi, Korut Bertekad Balas AS 1.000 Kali Lipat
Pemimpin rezim Korut Kim Jong-un. (Foto: KCNA)

Metrotvnews.com, Pyongyang: Korea Utara bertekad memperkuat persenjataan dan meluncurkan aksi balas dendam "1.000 kali lipat" terhadap Amerika Serikat (AS) sebagai respons dari penjatuhan serangkaian sanksi oleh Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (DK PBB).

Kerangka dari Resolusi DK PBB berisi serangkaian sanksi tersebut merupakan usulan AS. Resolusi tersebut diloloskan dengan dukungan bulat 15 suara, termasuk dari Tiongkok dan Rusia -- dua sekutu utama Korut. 

Dalam pernyataan di media nasional Korut, seperti dikutip The Guardian, Senin 7 Agustus 2017, pemerintahan rezim Kim Jong-un menyebut serangkaian sanksi DK PBB merupakan "pelanggaran keras terhadap kedaulatan" yang diakibatkan "plot keji AS untuk mengisolasi dan menahan laju" Pyongyang. 

Korut menegaskan sanksi terbaru DK PBB tidak menggoyahkan tekad mereka dalam mengembangkan program senjata nuklir. 

Pyongyang meluncurkan dua misil balistik antarbenua (ICBM) bulan lalu sebagai bagian dari usaha menghancurkan daratan utama AS. Kedua ICBM ditembakkan dengan sudut tinggi. Sejumlah analis menyebut ICBM Korut dapat mencapai AS jika ditembakkan dengan sudut datar. 

Pusat dari sanksi terbaru DK PBB kali ini adalah larangan ekspor batu bara, besi, timbal dan produk laut dari Korut. Diperkirakan sanksi ini merugikan Korut hingga USD1 miliar. 

Menurut seorang diplomat DK PBB, batu bara adalah ekspor terbesar Korut, dengan pendapatan USD1,2 miliar tahun lalu. 

Tahun ini, Pyongyang diperkirakan meraup USD251 juta dari ekspor besi dan bijih besi, USD113 juta dari timbal dan bijih timbal, serta USD295 juta dari ikan dan produk-produk kelautan.

 


(WIL)