Konvoi Pelarian Mantan PM Thailand Terlihat Menuju Kamboja

Arpan Rahman    •    Jumat, 08 Sep 2017 15:43 WIB
politik thailand
Konvoi Pelarian Mantan PM Thailand Terlihat Menuju Kamboja
Mantan PM Thailand Yingluck Shinawatra dikabarkan melarikan diri (Foto: AFP).

Metrotvnews.com, Bangkok: Sebuah konvoi yang diyakini membawa mantan Perdana Menteri Thailand, Yingluck Shinawatra, terakhir tampak melintasi pos pemeriksaan militer dekat perbatasan Kamboja. Wakil pemimpin junta Negeri Siam mengatakan, pada Jumat 8 September.
 
Perdana Menteri perempuan pertama Thailand, yang pemerintahnya digulingkan militer pada 2014, lenyap secara dramatis bulan lalu. Tepat di hari pengadilan akan mengajukan vonis dalam pengadilannya karena kelalaian yang dikriminalkan.
 
 
Dia belum lagi tampil ke publik sejak pelariannya. Namun banyak laporan menyebut dirinya sudah bergabung dengan saudaranya Thaksin, yang juga digulingkan dalam kudeta pada 2006, di Dubai.
 
Junta Thailand mengaku tidak mengira Yingluck berencana melarikan diri. Beberapa analis dan banyak orang Thailand sulit untuk percaya mengingat penjagaan ketat yang sering dikeluhkan Yingluck.
 
Pada Jumat, wakil pemimpin junta Jenderal Prawit Wongsuwon memberi informasi kepada wartawan mengenai sebuah penyelidikan. Ia mengatakan bahwa konvoi Yingluck terakhir terlihat lewat CCTV di sebuah pos pemeriksaan militer di Provinsi Sa Kaeo, perbatasan Kamboja.
 
"Rekaman CCTV tidak menunjukkan mereka di pos pemeriksaan perbatasan, tapi terakhir di sebuah pos pemeriksaan militer di Provinsi Sa Kaeo," katanya seperti dikutip AFP, Jumat 8 September 2017. 
 
Ia tidak menjelaskan apakah tentara di pos pemeriksaan menggeledah konvoi. Inilah konfirmasi resmi pertama otoritas Thailand.
 
 
Junta dan pejabat dari Partai Pheu Thai Yingluck memberi laporan bertentangan tentang rute pelarian tersebut. Seorang pejabat militer senior mengatakan mereka percaya Yingluck langsung terbang ke Singapura dengan jet pribadi dan kemudian ke Dubai.
 
Orang-orang dalam partai menyebutkan bahwa dia mengendarai mobil atau naik perahu ke Kamboja dari tempat dia terbang ke pesawat pribadi ke Singapura dan ke Dubai. Pemerintah di Phnom Penh tidak memberikan komentar publik, apakah dia melewati wilayah mereka.
 
Junta mendapat kecaman dari beberapa sekutu konservatif atas lenyapnya Yingluck. Banyak yang mempertanyakan bagaimana rezim otoriter bisa membiarkannya lolos dari lubang jarum.
 
Siapapun pelarian melintasi Kamboja akan memalukan karena kepemimpinan junta saat ini berasal dari sebuah klik militer terkenal 'Macan Timur' yang basis kekuasaannya berada di wilayah perbatasan tersebut.
 
Para analis mengatakan, pimpinan militer khawatir bila terpenjara Yingluck akan dianggap martir dan mungkin akan menghidupkan kembali gairah pendukungnya.
 
Dinasti politik Shinawatra dimulai dengan Thaksin pada 2001. Serangkaian skema kesejahteraan yang mengejutkan memberi mereka suara dan kesetiaan masyarakat miskin pedesaan.
 
Namun popularitas itu mengejutkan elite royalis dan tentara, yang menyerang pemerintahan terkait dengan klan tersebut dengan kudeta, kasus pengadilan, dan demonstrasi.
 
Thaksin sendiri digulingkan dalam kudeta pada 2006 dan melarikan diri ke luar negeri dua tahun kemudian demi menghindari hukuman penjara karena korupsi.
 
Periode Thailand sejak saat itu -- dijuluki "Dekade yang Hilang" -- telah sering terjadi demonstrasi jalanan yang mematikan, pemerintahan yang berumur pendek, dan kembalinya peraturan militer pada 2014.



(FJR)