Blogger Vietnam Dihukum Sembilan Tahun Penjara

Arpan Rahman    •    Rabu, 26 Jul 2017 10:26 WIB
jurnalistikvietnam
Blogger Vietnam Dihukum Sembilan Tahun Penjara
Jurnalis Tran Thi Nga mendeska pembebasan blogger brnama Nam atau Ibu Jamur pada 2016. (Foto: HRW)

Metrotvnews.com, Bangkok: Pengadilan Vietnam, memvonis sembilan tahun penjara dan masa percobaan lima tahun kepada blogger Tran Thi Nga atas tuduhan menyebarkan propaganda melawan negara, Selasa 25 Juli 2017.

Mengutip sejumlah laporan berita, Committee to Protect Journalists (CPJ) mengecam putusan tersebut dan meminta otoritas Vietnam berhenti memenjarakan para jurnalis.

Dalam persidangan yang berlangsung satu hari, Pengadilan Rakyat di provinsi Ha Nam, sekitar 60 kilometer di selatan Hanoi, memutuskan Nga bersalah berdasarkan pasal 88 Hukum Pidana Vietnam. Pasal ini memuat hukuman maksimal 20 tahun penjara bagi pelanggaran "propaganda" menentang negara. 

Putusan tersebut berbunyi bahwa Nga memproduksi dan mengunggah video daring yang menuding "negara melanggar hak asasi manusia dan meminta pluralisme serta penghapusan Pasal 4 Konstitusi," yang mengabadikan satu negara satu partai.

Jaksa mengajukan bukti 13 video yang mereka sebut diproduksi Nga. Mereka mengklaim 13 video itu melanggar hukum. Dari 13 video, ada yang mengenai tumpahan limbah beracun di laut, perselisihan teritorial dengan China, dan korupsi negara. 

Pengacara Nga, Ha Huy Son, mengatakan kepada media bahwa putusan tersebut tidak adil dan kliennya tidak bersalah.

"Penindasan Vietnam terhadap blogger pemberani seperti Tran Thi Nga harus dihentikan," sebut Shawn Crispin, perwakilan CPJ di Asia Tenggara.

"Kami meminta pihak berwenang Vietnam agar mencabut putusan keterlaluan ini dan membebaskan semua jurnalis yang sekarang ditahan," lanjutnya, dalam rilis yang diterima Metrotvnews.com.

Propaganda Melawan Negara

Menurut beragam laporan media lokal Vietnam, Nga -- seorang aktivis yang menulis dengan nama pena Thuy Nga -- berkampanye melawan pelanggaran negara, termasuk perdagangan manusia, penyerobotan lahan, dan kebrutalan polisi. 

Ketika pihak berwenang menangkap blogger itu di provinsi Ha Nam, Vietnam utara, pada 21 Januari, dia mengirim video secara daring yang menunjukkan sejumlah polisi mengepung rumahnya.

Nga ditahan selama lebih dari enam bulan dalam penahanan pra-sidang. Sebelum ditangkap, dia telah mengeluhkan mengenai kesewenang-wenangan pemerintah selama bertahun-tahun. 

Pada 2014, orang-orang tidak dikenal menyerangnya dengan tongkat saat dia mengendarai sepeda dengan anak-anaknya. Serangan mematahkan lengan kiri dan kaki kanannya.

Putusan atas Nga muncul hampir sebulan setelah pengadilan menghukum Nguyen Ngoc Nhu Quynh, yang dikenal sebagai "Nam" atau "Ibu Jamur," 10 tahun penjara atas "propaganda" melawan negara. Dia ditahan selama lebih dari delapan bulan sebelum disidangkan, menurut laporan berita dan penelitian CPJ.

Vietnam menahan setidaknya delapan jurnalis di balik jeruji besi pada akhir 2016, saat CPJ terakhir melakukan sensus tahunan mengenai jurnalis yang dipenjara di seluruh dunia.


(WIL)