Konsep Indo-Pasifik Bukan Hal Baru bagi Indonesia

Wahyu Dwi Anggoro    •    Rabu, 07 Feb 2018 17:50 WIB
diplomasi luar negeri
Konsep Indo-Pasifik Bukan Hal Baru bagi Indonesia
Mantan Menteri Luar Negeri RI Marty Natalegawa (Foto:Wahyu)

Jakarta: Pemerintah Indonesia ternyata sudah menjalankan konsep Indo-Pasifik sejak awal dekade 2000-an. Pihak Indonesia saat itu mendorong India, Australia dan Selandia Baru sebagai anggota Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Asia Timur.

Forum multilateral tersebut merupakan pertemuan tahunan yang digagas oleh Asosiasi Negara-Negara Asia Tenggara (ASEAN). Awalnya, sebagian negara ASEAN ingin KTT Asia Timur hanya beranggotakan negara ASEAN+3. Namun, seluruh negara ASEAN kemudian setuju KTT Asia Timur beranggotakan negara ASEAN+6.

"kerangka Indo-Pasifik selalu menjadi salah satu motivasi kebijakan luar negeri kita. Salah satunya dalam diskusi mengenai pembentukan KTT Asia Timur.Sebagian ingin KTT Asia Timur merepresentasikan ASEAN+3. Indonesia bersikukuh KTT ASIA Timur harus dirancang dengan perspektif jangka panjang" kata mantan Menteri Luar Negeri RI Marty Natalegawa dalam acara diskusi yang diadakan Foreign Policy Community of Indonesia (FPCI) di Gedung Mayapada di Jl. Sudirman, Jakarta Selatan pada Rabu, 7 Februari 2018.

"Negara ASEAN lain bertanya kenapa Indonesia mengartikan Asia Timur secara luas. Mereka merasa kawasan Asia Timur hanya mencakup kawasan Asia Tenggara dan Asia Timur Laut. Indonesia terus mengkampanyekan masuknya India ke dalam KTT Asia Timur. ASEAN pun akhirnya mencapai konsensus mengenai isu keanggotaan," jelasnya.

Marty menambahkan bahwa konsep Indo-Pasifik sebenarnya meredup beberapa tahun ke belakang. Dia memperhatikan istilah Indo-Pasifik sempat hilang dari forum-forum ASEAN.

"Jika kalian melihat dokumen ASEAN setelah tahun 2013-2014, penyebutan konsep Indo-Pasifik dalam dokumen tersebut secara cepat menghilang," terangnya.

Marty tidak mengetahui kenapa konsep Indo-Pasifik meredup pada periode tersebut.Marty menyebutkan adanya kekosongan yang terjadi sebelum era Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump.

Naiknya Trump menghidupkan kembali konsep Indo-Pasifik di kawasan. Pemimpin Negeri Paman Sam tersebut seringkali menggunakan konsep Indo-Pasifik saat berkomentar mengenai isu kawasan.

 


(WAH)