Pengadilan Banding Bebaskan Pewaris Samsung

Arpan Rahman    •    Selasa, 06 Feb 2018 13:16 WIB
samsungkorea selatan
Pengadilan Banding Bebaskan Pewaris Samsung
Lee Jae-Yong meninggalkan ruang persidangan usai pengadilan memerintahkan pembebasannya, Senin 5 Februari 2018. (Foto: AFP/Dong-A Ilbo)

Seoul: Pengadilan banding Korea Selatan (Korsel), Senin 5 Februari 2018, membebaskan Lee Jae-Yong, pewaris perusahaan Samsung yang berstatus terdakwa dugaan suap. Lee mendapat penangguhan penahanan dan dapat keluar penjara. 

Hakim mengatakan bahwa Lee, Wakil Ketua Samsung Electronics, telah dipaksa menawarkan suap kepada mantan presiden Park Geun-Hye dan orang kepercayaan terdekatnya.

Samsung Electronics, yang pekan lalu melaporkan rekor keuntungannya, merupakan anak perusahaan utama kelompok grup Samsung. Samsung merupakan grup konglomerat terbesar yang dikontrol sebuah keluarga dan merupakan yang terbesar keempat di Asia.

Para konglomerat atau biasa disebut "chaebol" memainkan peran kunci dalam pertumbuhan drastis perekonomian Korsel. Namun para chaebol ini juga terkadang terlibat hubungan rumit dengan pemerintah.

Pada pengadilan pertamanya, Lee, 49, dijerat serangkaian dugaan pelanggaran, termasuk penyuapan, penggelapan dan pencucian uang, serta sumpah palsu di parlemen. Ia terkait dengan skandal korupsi yang membelit Park Geun-Hye.

Kasus tersebut berpusat pada pembayaran yang dilakukan Samsung kepada sahabat kepercayaan Park, Choi Soon-Sil. 

Lee telah dijatuhi hukuman lima tahun penjara, menjadikannya kepala Samsung pertama yang mendapat vonis jeruji besi. 

Baca: Dituduh Suap, Pengadilan Korsel Vonis Pewaris Samsung 5 Tahun Penjara

Reformasi 'Chaebol'

Namun pengadilan tinggi Seoul pada Senin membatalkan sebagian besar hukuman tersebut dan mengurangi hukuman dengan sisa hukuman penjara dua setengah tahun.

Pengadilan mengatakan bahwa Lee telah "dipaksa" untuk menawarkan suap Park dan "tidak ada bukti" bahwa terdakwa secara eksplisit meminta bantuan kebijakan sebagai balasannya.

"Park Geun-Hye dan Choi Soon-Sil harus dilihat sebagai pemain utama dalam skandal ini," kata putusan tersebut, dibacakan di pengadilan oleh salah satu hakim, seperti dikutip AFP, Senin 5 Februari 2018.

Lee berjalan keluar dari gedung pengadilan sembari melambaikan tangan. Ia meninggalkan gedung untuk kali pertama sejak ditahan pada Februari tahun lalu.

Presiden Korsel saat ini Moon Jae-In mengambil alih kekuasaan pada Mei. Ia menyapu kemenangan dalam pemilihan presiden yang digelar karena skandal gelap Park. 

Ia menjanjikan "mereformasi" hubungan yang mengakar kuat antara pemerintah dengan para chaebol.


(WIL)