Myanmar Bantah Laporan Kuburan Massal di Rakhine

Willy Haryono    •    Sabtu, 03 Feb 2018 11:24 WIB
konflik myanmarrohingyapengungsi rohingya
Myanmar Bantah Laporan Kuburan Massal di Rakhine
Seorang polisi bersiaga di desa Ye Baw Kyaw, Rakhine, Myanmar, 27 September 2017. (Foto: AFP/STR)

Naypyidaw: Pemerintah Myanmar membantah laporan yang menyebutkan adanya lima kuburan massal berisi banyak jenazah etnis Rohingya di Rakhine. Laporan tersebut dibuat oleh kantor berita Associated Press (AP) belum lama ini. 

Lewat surat kabar nasional Global New Light of Myanmar, pemerintah membantah hasil investigasi AP yang diklaim disusun atas beragam testimoni pengungsi Rohingya dan beberapa video yang mengungkapkan keberadaan lima kuburan massal di desa Gu Dar Pyin, Rakhine. 

"Setelah menggelar sebuah inspeksi ke desa tersebut, tim yang terdiri dari pejabat, polisi dan warga sekitar menyangkal laporan AP," tulis di surat kabar tersebut, seperti dilansir AFP

"Warga lokal menegaskan tidak mendengar adanya pembantaian apapun di dekat desa mereka," tambahnya. 

Namun, Myanmar mengatakan telah terjadi bentrokak berdarah antara pasukan keamanan dan militan Rohingya di Gu Dar Pyin pada 28 Agustus, beberapa hari setelah operasi militer pemerintah diluncurkan. 

Baca: Kantor Berita AP Konfirmasi 5 Kuburan Massal di Rakhine

Sembilan belas "teroris" tewas dalam kekerasan tersebut dan telah dikuburkan, ungkap pemerintah Myanmar tanpa menyebutkan detail lokasi pemakaman. 

Juru bicara pemerintah Myanmar belum dapat dimintai komentar terkait hal ini. 

Selama ini Myanmar berulang kali membantah melakukan pelanggaran di Rakhine, meski testimoni terus berdatangan dari para pengungsi. Menurut banyak pengungsi Rohingya, pasukan keamanan Myanmar membunuh dan memperkosa warga sipil serta membakar sejumlah desa. 

Bulan lalu militer Myanmar mengakui bahwa empat anggotanya membantu membunuh 10 terduga militan Rohingya pada 2 September dan meninggalkan jasad mereka di kuburan seadanya. 




(WIL)