Jepang Tanamkan Nilai Keislaman dalam Bermasyarakat

Marcheilla Ariesta    •    Jumat, 13 Oct 2017 09:40 WIB
indonesia-jepang
Jepang Tanamkan Nilai Keislaman dalam Bermasyarakat
Para pemimpin pesantren di Indonesia nilai Jepang tanamkan nilai Keislaman dalam bermasyarakat (Foto: Marcheilla Ariesta/Metrotvnews.com).

Metrotvnews.com, Jakarta: Budaya Jepang dianggap menanamkan nilai keislaman yang kuat, bahkan hal ini masih belum diterapkan dalam masyarakat Indonesia. Para pemimpin pesantren di Indonesia mengungkapkannya dalam laporan mereka usai mengunjungi Negeri Sakura itu.
 
Wakil Duta Besar Jepang untuk Indonesia, Kozo Honsei menyambut kepulangan mereka dari Jepang. Sepuluh pemimpin atau pengajar pesantren ini adalah mereka yang ikut dalam program Kunjungan Pimpinan Pesantren ke Jepang.
 
Ditemui di Hotel Sari Pan Pasific, Kamis 12 Oktober 2017 malam, kesepuluh pengajar pesantren tersebut menceritakan pengalaman mereka. Ali Fauzi, salah seorang peserta mengungkapkan berbagai nilai Islam diterapkan oleh orang-orang Jepang.
 
"Banyak nilai di Jepang yang hampir 85 persen merupakan ajaran Islam, dan itu justru jarang kita jumpai di Indonesia yang mayoritas beragama Islam," katanya.
 
Dia menceritakan bagaimana masyarakat Jepang selalu santun bahkan walaupun tidak saling mengenal. Selain itu, kebersihan di sekolah-sekolah Negeri Sakura harus menjadi contoh bagi siswa siswi pesantren di Indonesia.
 
"Menjaga kebersihan di sekolah. Kami sempat berkunjung ke salah satu sekolah di Osaka dan Tokyo, dan sekolahnya sangat bersih. Dalam Islam kita diajarkan selalu mencintai lingkungan dan kebersihan," ujarnya.
 
Tak hanya itu, etos kerja tinggi, disiplin, menghargai waktu, kreatifitas tinggi dan tidak pendendam juga merupakan nilai Islam yang diterapkan dalam kehidupan bermasyarakat di Jepang.
 
"Orang Jepang, saking ramah, santun dan memiliki etos kerja tinggi, bahkan punya malu jika melakukan kesalahan. Ada yang sampai mengundurkan diri dari jabatan bila ketahuan korupsi," imbuh Ali.
 
Mewakili rekan-rekannya yang ikut program ini, Ali menyebutkan karakter Jepang mirip dengan nilai-nilai yang diajarkan para nabi dalam Islam. Hal ini mendapat anggukan setuju dari para peserta lainnya.
 
Wadubes Honsei menuturkan sangat senang melihat para pengajar itu kembali ke Indonesia. Dia berharap mereka bisa membagikan pengalaman yang didapat di Jepang dan mengimplementasikannya di Indonesia.
 
Honsei juga menegaskan, program yang dibuat Kedutaan Besar Jepang di Indonesia ini sebagai langkah untuk mempererat kerja sama antarmasyarakat kedua negara. Dia berharap program seperti itu dapat bermanfaat tak hanya bagi para peserta, namun juga bagi masyarakat Jepang untuk mengenal Islam rahmatan lil alamin.
 
Program Kunjungan Pesantren ke Jepang merupakan kegiatan tahunan yang dilakukan Kedubes Jepang di Indonesia. Program ini dilangsungkan sejak 2004 silam.
 
Para peserta akan diajak ke berbagai tempat wisata dan budaya di kota-kota Jepang, seperti Tokyo, Osaka, Kyoto dan Hiroshima. Diharapkan program ini bisa mempererat kerja sama people to people contact kedua negara.
 
Di akhir acara, para peserta diberikan sertifikat sebagai tanda persahabatan bahwa mereka telah mempelajari budaya Jepang dan mengambil pelajaran yang baik dari Negeri Sakura.



(FJR)