Dianggap tak Becus Urusi Rohingya, Penghargaan Aung San Suu Kyi Dicabut

Marcheilla Ariesta    •    Kamis, 08 Mar 2018 17:02 WIB
konflik myanmarrohingyaaung san suu kyi
Dianggap tak Becus Urusi Rohingya, Penghargaan Aung San Suu Kyi Dicabut
Penghargaan untuk Aung San Suu Kyi dicabut. (Foto: AFP).

New York: Museum Memorial Holocaust Amerika mencabut penghargaan untuk pemimpin de facto Myanmar Aung San Suu Kyi. Dia dianggap tidak berusaha menghentikan kekerasan yang terjadi di Rakhine State yang menimpa mayoritas etnis Rohingya.

Dalam pernyataan tertulisnya museum itu mengatakan, di bawah kepemimpinan Aung San Suu Kyi, Liga Nasional untuk Demokrasi menolak bekerja sama dengan PBB. Bahkan, mendorong pidato bernada kebencian terhadap Muslim-Rohingya, dan secara aktif mencegah wartawan mengungkap apa yang terjadi di negara bagian Rakhine.

"Ketika serangan militer terhadap Rohingya terungkap pada 2016 dan 2017, kami berharap Anda, sebagai seseorang yang kami dan banyak pihak lainnya menghargai komitmen Anda atas martabat manusia dan hak asasi universal, akan melakukan sesuatu untuk mengutuk atau menghentikan kampanye brutal militer dan untuk mengedepankan solidaritas terhadap warga Muslim-Rohingya," demikian tulis pernyataan itu, seperti dilansir dari laman AFP, Kamis, 8 Maret 2018.

Mereka menganggap serangan militer dan tindakan penindasan lainnya terhadap warga Rohingya telah semakin memburuk dalam lima tahun terakhir. Mereka juga menuntut agar Suu Kyi menggunakan wewenang moralnya untuk mengatasi situasi tersebut.

Museum Memorial Holocaust Amerika meminta Suu Kyi menggunakan kedudukannya untuk bekerja sama dengan Dewan HAM PBB dan Situasi HAM Myanmar untuk menyampaikan kebenaran tentang kekejaman yang telah dilakukan di negara bagian Rakhine dan menuntut pertanggungjawaban yang akuntabel bagi pelaku kejahatan.

Hampir 700 ribu warga Muslim-Rohingya melarikan diri dari Myanmar ke Bangladesh sejak Agustus 2017, usai gelombang kekerasan terjadi di Rakhine.


(AHL)