Bersatunya Korut-Korsel di Olimpiade Pyeongchang

Sonya Michaella    •    Jumat, 09 Feb 2018 00:23 WIB
korea utarakorsel-korut
Bersatunya Korut-Korsel di Olimpiade Pyeongchang
Bendera Unifikasi. (Foto: AFP)

Seoul: Olimpiade Musim Dingin Pyeongchang digelar hari ini. Olimpiade ini juga disebut-sebut sebagai olimpiade perdamaian antara Korea Selatan (Korsel) dan Korea Utara (Korut).

Pasalnya, Korut dan Korsel juga akan bergabung dalam satu tim gabungan yaitu tim hoki es wanita. Mereka akan berlaga di bawah satu bendera, yakni Bendera Unifikasi.

Tak hanya itu, olimpiade ini juga akan dimeriahkan oleh pemandu sorak asal Korut yang diseleksi ketat oleh Kim Jong-un langsung.

Dikutip dari AFP, Jumat 9 Februari 2018, sebanyak 229 pemandu sorak Korut akan menyemangati para atlet yang bertanding di Olimpiade Pyeongchang.

Delegasi Korut yang terdiri dari pemandu sorak, atlet dan wartawan pun sudah tiba di Korsel sejak kemarin. Delegasi ini dipimpin oleh Menteri Olahraga Korut Kim Il-guk.

Selain itu, pejabat tinggi Korut, Kim Yong-nam, juga akan menghadiri pembukaan Olimpiade Pyeongchang.

Ia dan rombongan akan tiba di Seoul pada 9 Februari. Kedatangan pejabat tinggi Korut ini juga sudah dikonfirmasi oleh Kementerian Unifikasi Korsel.

Kim, yang berusia 90 tahun, dianggap sebagai kepala negara seremonial Korut, di samping pemerintahan dipimpin oleh Kim Jong-un.

Kehadiran Kim juga akan berbarengan dengan Wakil Presiden Amerika Serikat, Mike Pence dan Perdana Menteri Jepang, Shinzo Abe.

Pejabat senior Korut ini juga pernah menghadiri Olimpiade Musim Panas 2008 di Beijing, Tiongkok dan Olimpiade Musim Dingin 2014 di Sochi, Rusia. 

Menurut laporan dari Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), Kim Yong-nam tidak masuk di daftar hitam. Begitupun, namanya tidak ada di daftar hitam Amerika Serikat. 

 


(DMR)