Tiongkok Tampik Tudingan Campur Tangan di Transisi Zimbabwe

Sonya Michaella    •    Selasa, 28 Nov 2017 08:04 WIB
tiongkokzimbabwe
Tiongkok Tampik Tudingan Campur Tangan di Transisi Zimbabwe
Presiden Tiongkok Xi Jinping ketika bertemu mantan Presiden Zimbabwe Robert Mugabe, 2015. (Foto: SCMP)

Beijing: Tiongkok menampik keras bahwa pihaknya mempunyai andil dalam penggulingan mantan Presiden Zimbabwe Robert Mugabe. Hal ini ditegaskan oleh Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Tiongkok, Geng Shuang.

Spekulasi ini pertama kali mencuat ketika Tiongkok menyampaikan ucapan selamat kepada presiden baru Zimbabwe, Emmerson Mnangagwa, kemarin.

Tak hanya itu, tudingan juga muncul ketika Kepala Militer Zimbabwe, Jenderal Constantine Chiwenga terlihat mengunjungi Beijing sebelum terjadi pengambilalihan pemerintahan Mugabe oleh militer.

"Kunjungan itu sudah lama diagendakan, jauh sebelumnya dan sudah mendapat restu dari mantan Presiden Mugabe," ucap Geng, dikutip AFP, Selasa 28 November 2017.

Geng menambahkan, Tiongkok selalu berpegang pada prinsip tidak mencampuri urusan internal negara lain dan ini tetap tidak berubah.

"Kami juga tidak berpihak kepada siapapun saat terjadinya pengambilalihan pemerintahan Mugabe oleh militer," lanjut dia.

Bahkan, Kemenlu Tiongkok menyatakan bahwa Mugabe masih menjadi teman baik Tiongkok, meski sudah tak menjabat sebagai presiden.

"Kami mendukung langkah yang diambil Zimbabwe untuk memulihkan kondisi nasionalnya dan kami percaya di bawah kepemimpinan Mnangagwa, pembangunan nasional Zimbabwe akan berlanjut," tutup Geng.

Hubungan antara kedua negara sudah terjalin sejak 1960-an di mana Beijing menyediakan senjata dan melatih beberapa pemimpin militer Zimbabwe, termasuk Mnangagwa yang bertahun-tahun pernah hidup di Tiongkok.

Sementara itu, Tiongkok juga telah lama menjadi salah satu sekutu Mugabe dan mitra dagang Harare, apalagi sejak Barat mengucilkannya karena pelanggaran HAM. 


(WIL)