Pejabat Tinggi Militer Tiongkok Bunuh Diri dalam Penyelidikan Kasus Korupsi

Eko Nordiansyah    •    Rabu, 29 Nov 2017 07:21 WIB
bunuh diri
Pejabat Tinggi Militer Tiongkok Bunuh Diri dalam Penyelidikan Kasus Korupsi
Foto dokumentasi mantan anggota Komisi Militer Pusat (CMC), Zhang Yang (tengah). (Foto: AFP/Greg Baker).

Beijing: Seorang pejabat tinggi militer Tiongkok, yang dalam penyelidikan kasus korupsi, melakukan bunuh diri. Penyelidikan tersebut memastikan bahwa mantan anggota Komisi Militer Pusat (CMC), Zhang Yang melanggar disiplin.

Zhang Yang, yang memiliki kedudukan kuat, sedang diselidiki dalam hubungannya dengan mantan jenderal Guo Boxiong dan Xu Caihou. Dia dicurigai memberi dan menerima suap dan sejumlah besar hartanya tidak memiliki asal usul yang jelas.

"Pada petang 23 November, Zhang Yang menggantung dirinya di rumah," kata agensi tersebut sebagaimana dilansir dari Antara, Rabu, 29 November 2017.

Sumber mengatakan kepada Reuters bahwa Zhang, yang merupakan Direktur Departemen Pekerjaan Politik Militer, tengah menjalani penyelidikan. Namun pemerintah belum mengumumkannya.

Militer Tiongkok, yang terbesar di dunia dan saat ini menjalani kampanye modernisasi yang ambisius, telah menjadi fokus penting kampanye Presiden Xi Jinping melawan korupsi sejak dia berkuasa lima tahun lalu.

Perwira aktif dan pensiunan mengatakan, korupsi di angkatan bersenjata begitu meluas sehingga bisa merusak kemampuan China untuk berperang. Puluhan petugas telah diselidiki dan dipenjara, termasuk Xu dan Guo, keduanya mantan wakil ketua komisi tersebut, yang dipimpin oleh Xi. Guo dipenjara seumur hidup tahun lalu. Xu meninggal karena kanker pada 2015 sebelum ia diadili.

Tanggapan Kementerian Pertahanan dan laman resmi militer mengatakan CMC pada 28 Agustus memutuskan menyelidiki Zhang, yang dinilai kehilangan garis dasar moralnya dan menggunakan bunuh diri sebagai sarana untuk lolos dari hukuman dari partai dan negara sebagai tindakan sangat keji.

"Mantan jenderal posisi tinggi dan kekuatan besar ini menggunakan cara memalukan ini untuk mengakhiri hidupnya sendiri. Ia akan memberikan kesetiaan tapi di balik itu justru melakukan korupsi di belakang orang lain. Orang khas 'berwajah dua'," kata tanggapan itu.


(HUS)