Jelang Perayaan Diwali, India Larang Penjualan Kembang Api

Marcheilla Ariesta    •    Senin, 09 Oct 2017 23:14 WIB
india
Jelang Perayaan Diwali, India Larang Penjualan Kembang Api
Anak-anak menyalakan kembang api dalam festival Diwali di India pada 2011. (Foto: AFP)

Metrotvnews.com, New Delhi: Mahkamah Agung India melarang penjualan kembang api di New Delhi dan kota-kota sekitarnya menjelang Diwali, sebuah perayaan dalam agama Hindu, . Hal ini dilakukan sebagai langkah untuk mengurangi polusi udara dalam bentuk kabut asap.

India merupakan salah satu negara penyumbang kabut asap terbanyak di dunia.

Dikutip dari Washington Post, Senin 9 Oktober 2017, larangan ini berlaku efektif hingga 1 November mendatang. Sepanjang masa itu, pengadilan akan menilai apakah larangan tersebut benar-benar bisa mengurangi polusi udara.

"Kami akan menilai apakah larangan ini bisa membuat perbedaan di udara New Delhi, karena kita memiliki udara terkotor di dunia," seru salah seorang pejabat pengadilan.

Pengadilan menuturkan bahwa warga yang telah membeli kembang api sebelum larangan dikeluarkan, masih tetap dapat menggunakannya. Namun, tidak ada lagi yang boleh menjual kembang api usai larangan diumumkan.

Meski demikian, para pegiat lingkungan khawatir akan ada orang yang menyelundupkan kembang api dari negara-negara tetangga.

Diwali atau Dipavali merupakan festival cahaya. Perayaan ini melambangkan kemenangan kebaikan atas kejahatan. Lampu dinyalakan sepanjang festival sebagai simbol harapan manusia.

Biasanya, perayaan Diwali diramaikan festival kembang api. Bagian ini yang paling ditunggu-tunggu warga India.

Menurut kepercayaan masyarakat India, Diwali dapat memperkuat tali persaudaran antar keluarga dan teman.


(WIL)